(Taiwan, ROC) – Sore ini (4) Partai Kuomintang (KMT) mengadakan Sidang Komite Tetap, Menteri Luar Negeri Lin Yun-lo (林永樂) dalam laporan bertajuk “Prestasi dan prospek diplomasi fleksibel” menyampaikan, diplomasi fleksibel telah menghasilkan prestasi penting, termasuk hubungan dengan Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang semakin erat dimana memiliki dampak positip bagi negara untuk ikut dalam integrasi ekonomi dunia dan regional. Ia menegaskan, tidak ada satu negarapun di dunia ini yang dapat mengunci diri, hanya dengan melalui diplomasi yang fleksibel baru bisa meningkatkan posisi negara Republik Tiongkok di dunia, meningkatkan kesejahteraan rakyat serta perkembangan nasional yang berkesinambungan.
Setelah mendengarkan laporan terkait, ketua partai KMT Ma Ying-jeou (馬英九) menyampaikan, setelah menjabat 6 tahun ini, beliau berusaha untuk memutar pandangan dunia bahwa Republik Tiongkok adalah pembuat keonaran yang dinilai telah merusak citra nasional, namun dalam berbagai bencana alam maupun akibat manusia tetap memberikan bantuan, saat dihadapai ketegangan internasional juga berperan sebagai pencipta perdamaian.
Beliau menyampaikan, pemerintah mulai bermain dari memperbaiki hubungan antar selat, berkali-kali menyampaikan tidak akan ada dua Tiongkok, satu Tiongkok satu Taiwan maupun Taiwan merdeka, sehingga dibawah konsep “Konsensus 92, satu Tiongkok berdasarkan persepsi masing-masing” baru berkesempatan untuk mendorong berkembangnya perdamaian, sekaligus juga dibawah konstitusi Republik Tiongkok, mempertahankan kondisi saat ini yang tidak unifikasi, tidak independen, tidak menggunakan kekerasan.
Presiden menyampaikan : Dulunya hubungan antar selat adalah kekuatan utama yang menjadi penyeret hubungan internasional kita, sekarang malah jadi komplementer dengan hubungan internasional, kita harus merubah krisis menjadi potensi, saya rasa ini adalah prestasi utama dari diplomasi fleksibel.
Walau kritikan dari partai oposisi bahwa diplomasi fleksibel adalah jalan mati dan mengistirahatkan diplomasi adalah diplomasi yang melumpuhkan, lanjut beliau namun terbukti bahwa Taiwan telah memenangkan apresiasi dari banyak negara. Beliau menegaskan, pemerintah saat ini sedang mendorong diplomasi, diharapkan dapat meningkatkan citra bangsa, walau negara lain tidak menjalin hubungan diplomasi engan kita, namun tetap menyediakan fasilitas bebas visa, ini adalah prestasi utama dari diplomasi fleksibel.