(Taiwan, ROC) – Kantor Dagang dan Ekonomi Jerman di Taipei pada hari ini(23/8) menyampaikan laporan hasil survei tingkat kepercayaan terhadap perusahaan Taiwan 2016”, sebagian besar dari pengusaha Jerman yang diwawancarai beranggapan kondisi perekonomian Taiwan dalam kondisi tetap, akan tetapi dalam angka prakiraan untuk omset dan angka pendapatan terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hasil melaporkan dan menyarankan agar pemerintah mengundang perwakilan delegasi pengusaha merumuskan dan menetapkan penjelasan kebijakan industri.
Kantor Dagang dan Ekonomi Jerman di Taipei pada tanggal 14 Juni hingga 20 juli 2016 melakukan survei di 300 perusahaan Jerman yang berkecimpung dalam bisnis Taiwan, pada tanggal 23 Agustus menyampaikan tingkat kepercayaan Jerman pada bisnis Taiwan tahun 2016 menunjukkan mayoritas pengusaha Jerman memprakirakan kondisi perekonomian Taiwan tetap, dan 14% pengusaha Jerman yakin dengan arah pertumbuhan ekonomi Taiwan yang semakin baik, akan tetapi sepertiga dari mereka mengatakan, ekonomi Taiwan dan industrinya dalam kondisi memburuk. Ada 15% pengusaha Jerman merencanakan di masa 2 tahun mendatang akan berinvestasi di Taiwan, 19% masih dalam tahap pertimbangan, angka ini dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan.
Sementara prakiraan untuk omset dan pendapatan, diprakirakan dengan proporsi perbandingan untuk angka penambahan jumlah pebisnis Jerman adalah 32% dan 24%, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan. Eksekutif Direktur Kantor Dagang dan Ekonomi Jerman di Taipei, Andreas Hergenrother beranggapan, ada kemungkinan dikarenakan faktor hubungan dengan Daratan Tiongkok. Ia mengatakan, “semua pelanggan penting Taiwan adalah Daratan Tiongkok, akan tetapi perekonomian Daratan Tiongkok melesu, tentu saja beberapa produk belum tentu menjadi produk akhir, permintaan kami tidak semaksimal di beberapa tahun yang lalu.”
Tantangan yang dihadapi di Taiwan, dengan 56% dari responden pengusaha Jerman percaya bahwa
Sumber daya manusia trampil adalah tantangan terbesar, akan tetapi situasi yang terlihat membaik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, persentase mengalami penurunan 10%. Selain itu, yang jelas diketahui adalah keterbatasan kebijakan industri secara jelas, resiko nilai tukar mata uang, kemudian situasi hubungan antar selat pada tahun ini masuk dapat daftar 5 tantangan besar. Andreas mengatakan, asalkan ada 35% pengusaha Jerman beranggapan hubungan antar selat dapat mempengaruhi kondisi ekonomi Taiwan, perbandingannya lebih rendah, sementara yang lebih diperhatikan pengusaha Jerman adalah lingkungan pasar.