(Taiwan, ROC) – Beberapa waktu yang lalu, organisasi masyarakat menghimbau agar pemerintah dapat mengatas-namakan Taiwan untuk mengajukan diri dalam hal ikut bergabung masuk sebagai anggota di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat diwawancara oleh pihak media pada hari Kamis tanggal 18 Agustus, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri atau MOFA, Eleanor Wang menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri David Lee dalam rapat di Yuan Legislatif pada bulan Juni lalu, telah menyampaikan bahwa “MOFA tidak akan mengusung program rencana untuk bergabung dengan PBB”.
Eleanor Wang mengatakan, “Bergabung dengan PBB sebagai anggota baru? Hal ini sudah disampaikan sebelumnya dan jawabannya adalah tidak.
Deputi Direktur Divisi Organisasi Internasional MOFA Zhuang Li-xing dalam jumpa pers rutin merespon mengenai agenda waktu serta langkah spesifik untuk gabung PBB masih dalam wacana.
Zhuang Li-xing mengatakan,”Tentang bergabung dengan PBB, sekarang saya laporkan, langkah spesifiknya masih dalam wacana, dan dengan atas nama apa, juga merupakan salah satu strategi kami, jadi sekarang belum dapat saya jawab.”
Mengenai topik bergabung dengan PBB, salah satu pejabat senior yang tidak disebutkan namanya menyampaikan, yang menjadi poin utamanya adalah “Masalah prosedur” sebagai anggota baru bergabung dengan PBB. Dalam peraturannya, proses permohonan harus mendapat rekomendasi dari “Dewan Keamanan”, selain mendapat persetujuan dari anggota dewan juga harus disepakati lebih dari 2/3 anggota PBB baru bisa disetujui.
Untuk rekomendasi dari Dewan Keamanan PBB, harus mendapat persetujuan oleh setidaknya 9 dari 15 anggotanya serta tidak ditentang oleh satu Anggota Tetap, namun karena Daratan Tiongkok adalah Anggota Tetap sehingga memiliki hak veto.