(Taiwan, ROC) – Seorang mahasiswa Universitas Pertahanan Nasional(NDU) berinisial ALi tertular dan mengidap penyakit HIV Aids mendapat perlakuan diskriminasi, pihak sekolah meminta ia untuk memisahkan piring yang digunakannya, tidak boleh ikut dalam kegiatan renang sekolah, guru pengajar sering berdiskusi dengan ALi mengharapkan agar dia dapat berhenti sekolah. Pusat pengendalian dan pengontrolan penyakit(CDC) akan menindaklanjuti jika ada pihak sekolah yang melanggar aturan melakukan diskriminasi kepada siswa penderita HIV Aids akan didenda 1 juta dolar Taiwan, pelanggaran ini akan disampaikan kepada Kementerian kesehatan dan kesejahteraan(MOHW), menunggu persetujuan dari Menteri Lin Tzou-yien untuk dikenakan sanksi dengan denda yang paling tinggi.
Akan tetapi, juru bicara kementerian pertahanan Chen Chung-chi (陳中吉) pada hari ini (16/8) saat konferensi pers menegaskan, siswa diminta berhenti sekolah dengan penyakit HIV Aids tidak ada sangkut pautnya, ini murni berkaitan dengan pelanggaran moral.
Chen Chung-ji mengatakan, “alasan berhenti sekolah sudah disampaikan, murni adalah kesalahan pribadi melanggar moral, akan tetapi posisi kemenhan yang menghormati universitas pertahanan nasional pada tahun 2012 dan 2013 menjalani pemeriksaan pada siswa ini, semua berjalan berdasarkan prosedur. Seperti yang disampaikan oleh Media pengunduran diri dari sekolah berkaitan dengan penyakit menular, semua ini sama sekali tidak benar.”
Kepala pengajar jurusan perang politik NDU, Chen Yi-ming (陳毅銘) mengatakan, siswa tersebut pada tanggal 21 September 2012 dikarenakan tanpa melapor secara tersembunyi membawa notebook, hal demikian melanggar aturan keamanan informasi; kemudian masa pemeriksaa secara diam-diam membawa komputer teman untuk diperiksa, dari sikap yang tidak baik setelah melalui sidang intensif dari pihak sekolah memutuskan pemberian poin pelanggaran dan poin hukuman bagi siswa tersebut.
Chen Yi-ming mengatakan, pembinaan moral bagi militer sangat penting, cara menyikapi kesalahan juga sangat penting, maka pada akhir tahun ajaran 2013 dikarenakan poin pelajaran dan hukuman serta nilai moral yang tidak memenuhi persyaratan maka berdasarkan ketentuan sekolah, siswa dikeluarkan dan pihak sekolah membantah adanya perlakuan diskriminasi.