(Taiwan, ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC) Tsai Ing-wen hari Senin (15/8) pagi hadir dalam “Festival Panen Bersama Sandimen 2016” yang diselenggarakan di Sandimen, Pingtung. Presiden menyampaikan, dikedepannya, selain akan mempromosikan hukum otonom suku Pribumi, hukum tanah dan hukum laut, yang terpenting adalah tanggung jawab agar seluruh masyarakat Taiwan mengenal suku pribumi, agar semua masyarakat sosial Taiwan secara tulus memahami dan menghormati suku pribumi.
Kepala negara yang memiliki 1/4 darah keturunan suku Paiwan, pada tanggal 15 pagi hadir dalam festival panen bersama Sandimen, pada pembukaan beliau memperkenalkan diri dengan nama panggilan “Tjuku” (nama dalam bahasa suku Paiwan), yang langsung mendapat sambutan hangat. Presiden mengatakan, festival panen suku Paiwan dan suku Rukai merupakan festival penting, setara dengan perayaan tahun baru imlek, dengan posisi kepala negara ia hadir dalam festival ini untuk memberitahukan kepada seluruh warga Taiwan pentingnya festival multikultural.
Presiden menyampaikan, ia pada tanggal 1 Agustrus untuk pertama kali mewakili seluruh jajaran pemerintah meminta maaf pada suku pribumi, selanjutnya ia masih akan berbuat lebih banyak bagi suku pribumi, ini merupakan satu langkah penting Taiwan mengarah pada perdamaian
Presiden Tsai mengatakan, “Kita perlu melihat kembali sejarah Taiwan yang baru, harus benar-benar mengenal keragaman budaya suku pribumi, hai ini dalam festival panen Sandimen kita dapat melihat bukti yang paling baik, suku pribumi kami yang sangat beragam. Untuk itu yang paling saya ingin kerjakan adalah agar seluruh masyarakat Taiwan dengan sepenuh hati memahami dan menjunjung serta merasa kagum dengan suku pribumi.”
Pemimpin negara juga menekankan, paduan suara anak-anak sekolah dasar Sandimen yang sempat tampil dalam upacara pelantikan, Sekolah Di-mo-er juga merupakan percobaan kelas suku Paiwan, mereka mempromosikan pendidikan kelas suku pribumi agar kita semua dapat belajar dan mempromosikannya.