(Taiwan-ROC) – Perdana Menteri (PM) Lin Chuan (林全) hari ini (13/8) melakukan inspeksi ke pulau Matsu, melihat keadaan laut dan logistik udara di Matsu. Dikarenakan masalah yang terus terjadi pada kapal yang baru dibuat, Taima Star, Lin Chuan meminta Kementerian Transportasi untuk dipelajari dan segera diselesaikan. Terhadap masalah pembangunan sarana transportasi ke pulau-pulau kecil dan pembaharuan kapal, Lin Chuan mengatakan, dalam sistem seharusnya dilakukan evaluasi secara keseluruhan.
Kapal penumpang Taima Star yang menghabiskan biaya negara sebesar NT$ 1,4 miliar dan baru berlayar 1 tahun, telah mengalami kerusakan lebih dari 20 kali. Sering berhenti berlayar dan harus diperbaiki lebih dari 3 bulan, penyebab kerugian yang serius ini telah dibawa ke Yuan Pengawas untuk diperiksa. Saat ini transportasi laut Taiwan-Matsu masih mengandalkan kapal Taima yang lama.
PM pagi hari ini saat tiba di Matsu melakukan inspeksi atas kapal Taima mengatakan, Taima Star masih dalam masa jaminan, seharusnya segera selesaikan permasalahan, bersamaan dengan itu lakukan evaluasi sebenarnya ada dimana letak kelalaian. Apakah pada keputusan saat itu? Pada proses pembuatan dan selisih dengan saat permintaan? Atau pada perusahaan pembuat kapal?
Lin Chuang mengatakan, “Kapal jenis Tuo-chiang buatan Angkatan Laut sangat dipandang oleh dunia internasional, bagaimana bisa membuat Taima Star jadi seperti ini? Saya rasa harus kita cari tahu, selama 1 tahun diperbaiki begitu lama, kurang cocok dengan kapal baru? Atau masalah lain? Kementerian Transportasi silahkan pelajari dimana letak permasalahannya.”
Lin Chuan mengatakan, sebelum Taima Star dapat beroperasi dengan normal, keberadaan kapal Taima sangat penting, sehingga perbaikan yang seharusnya tidak boleh terlewatkan. Beliau berharap dapat dianggarakan untuk hal tersebut di tahun depan.
PM mengatakan, terkait transportasi Matsu, logistik laut jumlahnya sangat besar, sehingga masalah ini harus segera diselesaikan untuk mempertahankan kondisi logistik. Dari segi logistik udara, telah banyak direncanakan, namun sampai saat ini masih banyak penundaan dan ketidakmungkinan. Beliau akan pelajari lebih lanjut, juga berharap dapat menggunakan cara tercepat untuk mendapatkan hasil.
Lin Chuan menegaskan, dia tidak hanya berharap menyelesaikan masalah di Matsu, juga berharap Matsu dapat melihat harapan perkembangan dimasa datang. Matsu sangat indah dan mempunyai ciri khas. Namun karena jumlah penduduk sedikit, fasilitas umum tidak mencukupi, dan paling lemah diantara pulau-pulau lainnya. Beliau berharap dapat membuka ide baru, menarik semakin banyak turis datang.