(Taiwan, ROC) Kota Kaohsiung di Taiwan selatan telah mencatat kasus demam berdarah atau dengue kedua yang terinfeksi secara lokal sejak memasuki musim panas, demikian diumumkan Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) pada hari Kamis, 11 Agustus.
Pasien adalah seorang wanita berusia 43 tahun di Distrik Fongshan. Gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala dan otot nyeri muncul sejak 4 Agustus dan dia masuk rumah sakit empat hari kemudian, jelas CDC.
Kasus tersebut adalah kasus dengue kedua yang terinfeksi secara lokal di Kaohsiung, tapi adalah kasus dengue keempat yang dilaporkan di Taiwan secara keseluruhan sejak 1 Mei. Tampak kontras sekali, tahun ini tercatat ada 191 kasus dengue impor, mayoritas dari negara Asia Tenggara.
Angka ini, kata CDC, meski jauh lebih kecil dibandingkan jumlah kasus yang tercatat pada priode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 100 kasus, tetap mengisyaratkan ada kemungkinan dengue akan kembali mewabah, maka mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dengue atau demam berdarah adalah penyakit menular melalui gigitan nyamuk. Pasien yang terinfeksi akan menderita gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah-muntah.
CDC mengingatkan, warga harus secepatnya berobat kalau menderita gejala-gejala tersebut, karena andaikata didiagnosa dan diobati pada masa dini, resiko kematian akibat dengue bisa direndahkan menjadi kurang dari 1%.