History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

India Memajukan Perekonomian, Kiatkan Pembahasan ECA Taiwan-India

  • 03 June, 2014
  • Editor

(Taiwan, ROC) Perjanjian perdagangan jasa dibatasi, sehingga akses Taiwan untuk ikutserta dalam kemitraan ekonomi regional komprehensif juga terhambat, akan tetapi lebih dari 1,2 miliar masyarakat asal India memberikan rambu penantian. Perdana menteri India, Narendra Modi pernah berkunjung ke Taiwan, beranggapan Taiwan yang tidak asing baginya. Koran harian Commercial Times pada hari ini(3) memberitakan, perjanjian kerjasama ekonomi Taiwan India dalam ECA(Economic Cooperation Agreement) apakah akan berlanjut kembali untuk didiskusikan, hasil pembahasan dari pertemuan Taiwan-India pada bulan Agustus mendatang akan menjadi indikator penting.

Perjanjian ECA Taiwan India dengan studi kelayakan yang telah diselesaikan pada bulan September tahun lalu, sebelum pemilihan umum di India, dan akan melakukan reformasi kabinet, hingga kini terbentuk pemerintahan baru, maka kedua belah pihak mulai melakukan pembahasan tahunan dan saling berdialog untuk pertemuan tingkat tinggi.

  

Dalam berita melaporkan, sementara ini telah dilaporkan secara tentatif untuk akhir bulan Agustus, seiiringan dengan pemerintahan perdana menteri Modi yang mengupayakan perekonomian yang maju, perjanjian ECA Taiwan-India terlihat lebih optimis, berharap jika memungkinkan untuk segera dilakukan pembahasan.

 

Untuk masa jangka panjang, Taiwan yang telah mengabaikan pasar India, namun jika dilihat dari skala perekonomian India merupakan pasar besar, dalam waktu 10 tahun mendatang India juga dapat mengejar ketertinggalannya dan akan sama seperti Daratan Tiongkok, sebagai pasar Asia yang berpotensi.

 

Di samping itu, jika dilihat dari sisi pemerintahannya, Presiden Ma Ying-jeou pada 2 tahun yang lalu sempat transit ke Mumbai, India, wapres Wu Den-yih bulan April dalam kunjungan dinas sempat mengunjungi ibukota India, New Dehli, menyatakan pemerintah India sangat ramah terhadap Taiwan.

  

Hasil analisa perjanjian ECA Taiwan India melaporkan, investasi dari kedua belah pihak saling memberikan keuntungan, termasuk industri logistik, industri otomotif dan komponen, industri informasi dan komunikasi, pengolahan makanan, distribusi dan industri ritel serta pengembangan sumber daya manusia, kemudian untuk industri teknologi dalam komponen keras dan lunak juga sangat menguntungkan. Terutama dalam beberapa tahun terakhir setelah Daratan Tiongkok mengalami peningkatan untuk biaya produksi dan upah tenaga kerja yang semakin tinggi, India tidak hanya saja sebagai pasar yang tenaga kerja yang berlimpah, juga mengharapkan Taiwan dapat menjadi investor asing .

  

Hasil analisa beranggapan, pengusaha Taiwan India juga mempertimbangkan komputasi awan, kerjasama dalam perancangan teknologi digital dan ramah lingkungan, secara bersama memperluas usaha bisnis dan produk bernilai tambah ke Amerika Serikat ataupun negara-negara lainnya.

Komentar

Terbarumore