(Taiwan, ROC) - Pemerintah ROC berupaya mempromosikan pembangkit listrik tenaga surya, dan mengajukan 2 tahun perencanaan perluasan dengan cara perluasan di atas permukaan tanah dan atap bangunan, mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. Di antaranya untuk kawasan khusus ladang garam, Ketua Biro Sumber Energi, Kementerian Ekonomi, Lin Chuan-neng, hari Kamis tanggal 11 Agustus, ketika diwawancarai menyampaikan, sudah menginventarisasi 4700 hektar lahan, namun sebagian darinya adalah tanah yang mendapat perlindungan pelestarian, saat ini masih akan membicarakan lebih rinci dengan Divisi Pengelolaan, Kementerian Dalam Negeri, untuk itu pada tahap pertama akan mengutamakan perluasan ladang garam yang tidak termasuk dalam kawasan yang dilestarikan di kawasan Chiayi dan Tainan, dengan luas sekitar 803 hektar lahan.
Lin Chuan-neng membeberkan, apabila telah selesai dibangun perlengkapan pembangkit listrik tenaga surya pada 803 hektar ladang garam ini, diperkirakan dapat berkapasitas sekitar 530 megawatt, yang setara dengan 1 unit pembangkit listrik temal di Taichung, untuk skala investasi pembangunan ini diperkirakan sekitar 100 milyar dollar Taiwan.
Lin Chuan-neng mengatakan, “Seperti yang dikatakan sekarang dari 803 hektar, apabila seperti yang kita katakan dapat menghasilkan 530 megawatt, kira-kira investasi sebesar 96 millar.”
Lin Chuan-neng juga mengemukakan, dipadukan dengan perencanaan 2 tahun perluasan pembangkit listrik tenaga surya, tahap pertama penempatan pembangkit listrik tenaga surya di ladang garam dan tanah kawasan yang tidak termasuk dalam kawasan pelestarian, dalam 2 tahun lebih dari setengahnya akan dapat terselesaikan, diperkirakan dalam waktu 4 tahun sudah dapat diselesaikan. Terkait dengan peraturan pembangkit listrik tenaga surya di kawasan ladang garam, karena melibatkan perubahan penggunaan lahan terkait untuk itu masih akan didiskusikan, dan paling cepat pada pertengahan bulan Agustus baru diumumkan hasilnya.