History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pengusaha Angkutan Taksi : Cabut Perijinan Uber Atau Aksi Demo Akan Diteruskan

  • 10 August, 2016
  • Editor
Pengusaha Angkutan Taksi : Cabut Perijinan Uber Atau Aksi Demo Akan Diteruskan
Masa depan Uber di Taiwan?

(Taiwan, ROC) – Perusahaan Asing Uber dengan ijin usaha memberikan jasa layanan informasi masuk ke Taiwan selama 3 tahun ini telah dikenakan denda karena alasan memberikan layanan jasa angkutan. Sampai saat ini, total denda yang dikenakan kepada Uber Taiwan dan para supir telah mencapai 60 juta dolar Taiwan. Menanggapi aksi demo yang kedua dari kalangan supir taksi dalam negeri, Komisi Investasi, Kementerian Ekonomi yang berencana akan mencabut ijin investasi di Taiwan ternyata ditahan oleh Yuan Eksekutif dan akan menunggu sampai dengan tanggal 11 Agustus lewat keputusan menteri perekonomian.

 

Berkaitan dengan saat ini sudah ada lebih dari 10 ribu supir yang berbendera Uber, 1 juta pengguna jasa Uber serta lebih dari 50 ribu orang yang menandatangani petisi agar Uber tetap tinggal di Taiwan, Ketua Asosiasi Supir Kendaraan Kota Taipei, Tseng Li-jia (鄭力嘉) dan General Menejer Perusahaan Taiwan Taxi, Lee Chung-shu (李瓊淑) hari ini (10/8) saat menerima wawancara menyampaikan, hukum Taiwan yang berlaku saat ini bisa mengijinkan Uber resmi di Taiwan, hanya mereka selain harus membayar pajak, tidak ada supir yang memenuhi standar, tarif juga harus sesuai dengan ketentuan, namun sampai saat ini Uber tidak mau mengikutinya. Mereka menilai, sebelum Uber resmi, pemerintah harus mencabut atau menghentikan investasinya serta apabila pemerintah tidak bertekad bulat untuk menertibkannya dan membiarkan Uber melecehkan hukum di Taiwan dan terus beroperasi maka supir-supir taksi akan turun ke jalan untuk demo.

 

Tseng Li-jia menyampaikan, misalnya anda sebagai supir yang resmi dan keberadaan anda terancam, jadi yang bisa kita lakukan adalah terus menentang dan turun jalan. Sebetulnya kamu sudah membahas dan menghasilkan berbagai versi dan kader kita masih belum memastikan harus memilih yang mana, kami masih menaruh harapan, karena pemerintah sudah berjanji sebelum tanggal 11 Agustus akan mencabut ijin investasi mereka, jadi kami percaya dengan komitmenya, kita akan menunggu pemerintah hingga besok.

 

Tseng dan Lee senada menegaskan, taksi-taksi Taiwan tidak takut bersaing, mereka juga menyediakan layanan pemesanan dan pembayaran secara kartu kredit seperti yang ada di Uber, hanya saja karena ada hukumnya, seperti warna taksi harus kuning, argo taksi yang sudah ada standarnya sehingga mereka yang patuh hukum sulit bersaing dengan keunggulan Uber; walau kedepannya nanti ada sistem harga yang majemuk namun argonya masih harus diatur ketat oleh hukum, oleh karena itu mereka menyarankan agar pemerintah memberikan pelonggaran dengan bertahap, sehingga kepentingan dari pihak pengusaha, penumpang dan supir dapat dilindungi.

Komentar

Terbarumore