(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan pertentangan masalah program sarana transportasi jenis UBER di Taiwan, Kementrian Perhubungan atau MOTC, selain akan terus memperketat pelacakan dan penilangan, juga akan mengusung “Program Keragaman Angkutan Taxi”. Berkenaan dengan pengusungan “Program Keragaman Angkutan Taxi” yang disebutkan oleh Juru Bicara Yuan Eksekutif, Tung Chen-yuan, maka program sarana transportasi jenis UBER dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan dalam negeri. Pihak MOTC pada hari Kamis tanggal 4 Agustus menjelaskan bahwa program yang diusung tersebut dimaksudkan untuk memasukkan sistim program UBER yang nyaman dan baik ke dalam negeri, sehingga pihak perusahaan jasa angkutan taxi di dalam negeri, dapat melakukan perbaikan dan keluar dari sistim yang selama ini diterapkan, agar jasa pelayanan yang diberikan kepada penumpang juga dapat diperbaiki. Program yang diusung tersebut bukan dimaksudkan khusus diberlakukan untuk UBER semata.
Staf Ahli Departemen Jalan Kementrian Perhubungan, Jason Lee mengatakan, “Sebelumnya pihak Yuan Eksekutif sempat menyebutkan bahwa kami akan mengusung sebuah ‘Program Keragaman Angkutan Taxi’, namun kami harus memberikan laporan yang lebih mendetail terhadap hal ini, bahwa pada prinsipnya adalah difungsikan bagi semua jenis angkutan taxi yang ada, dan mencapai target yang diharapkan oleh para penumpang, bahwasanya apakah UBER harus mengikuti sistim yang disediakan, dapat kita beritahukan bahwa hal tersebut bukan yang kami utamakan.”
Pihak MOTC menjelaskan bahwa adanya kasus penilangan terhadap sopir UBER, bahkan berkemungkinan dicabut surat ijin yang diberikan kepada mereka, karena diketahui adanya penggunaan mobil ilegal dalam pelaksanaannya, tidak memiliki kemampuan mengemudi dengan baik, bahkan tidak bersedia untuk bertanggung jawab terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. ke depannya, dalam program yang diusung tersebut, maka akan diperlonggar baik dalam hal fisik mobil maupun warna. Namun untuk perijinan mengemudi masih harus memiliki surat ijin mengemudi khusus, dan plat kendaraan juga harus memenuhi persyaratan untuk jenis angkutan taxi. Sementara mengenai masalah biaya argo masih akan tetap menggunakan peraturan yang tengah diterapkan saat ini. Semua peraturan ini diberlakukan bagi semua jenis kendaraan angkutan taxi, namun tidak termasuk UBER.