(Taiwan, ROC) – Juli 2013, Uber masuk ke pasar Taiwan dan mendaftarkan ijin usaha di Departemen Perdagangan, Kementeiran Ekonomi dengan jenis usaha layanan jasa informatika, namun harus berhadapan dengan hukum di Taiwan karena kendaraan pribadi tidak boleh mengangkut penumpang tanpa ijin. Sampai saat ini sudah total denda yang diberikan NT$ 60 juta lebih dan telah melunasi NT$ 40 juta lebih. Namun Uber tidak tinggal diam dengan mengajukan naik banding.
Untuk kedua kalinya, beberapa saat yang lalu pengusaha transporatsi taksi berkumpul mengepung gedung Yuan Legislatif mengajukan protes bahwa Uber beroperasi dengan tidak resmi. Kemarin (2/8), Komisi Investasi, MOEA memutuskan, sebelum awal bulan Agustus akan mencabut jin investasi Uber. Namun hal itu masih membutuhkan waktu untuk administrasi dan Uber sendiri akan naik banding dan menuntut. Sehingga, pejabat dari Departemen Transportasi Kereta dan Jalan Tol, MOTC Hu Ti-chi (胡迪琦) Rabu ini menyampaikan, menyambut baik keputusan dari Komisi Investasi dan juga menghormati keputusan Uber untuk menuntut, namun tidak akan karena demikian lalu berhenti memberikan denda atas pelanggaran yang dilakukan oleh Uber.
MOTC juga menegaskan bahwa ini bukan ingin menekan Uber, hanya saja berharap Uber dapat memberikan layanan sesuai dengan ketentuan.
Ia menuturkan, selama 3 tahun ini, MOTC selalu berharap agar Uber dapat mengikuti peraturan, namun tidak dilakukan oleh mereka, MOTC hanya bisa berkoordinasi dengan lembaga lain, selain Komisi Investasi akan mencabut ijin investasinya, Komisi Keadilan Dagang (FTC) sebelumnya juga telah mengenakan denda atas iklan yang tidak benar, untuk kedepannya akan melihat hasil pemeriksaan pajak dari Kementerian Perpajakan serta Departemen Perdagangan, Pemerintah Kota Taipei apakah akan mencabut ijin lokasi usaha.