(Taiwan, ROC) – Departemen Peremajaan Kota Taipei hari ini (3/8) menggelar “Forum Peremajaan Kota Internasional”, Wakil Walikota Charles Lin (林欽榮) dalam pidato pembukaan menyampaikan, direncanakan sampai dengan 2022 akan menyediakan 50 ribu perumahan rakyat, diharapkan pemerintah pusat dapat terjun langsung dalam perencanaan dan pengembangan peremajaan keluarga, sekaligus menghimbau agar pemerintah pusat dapat memberikan kuasa kepada pemerintah daerah.
Lin menuturkan, angka-angka menunjukan, jumlah orang lanjut usia di 2016 meningkat drastis, sampai 2024 Taiwan akan memasuki era masyarakat tua, serta dari data statistik yang ada, rasio pendapatan harga rumah dunia tahun ini, Taipei hanya lebih tinggi dari pada Hongkong, berada di urutan kedua, kemudian disusul New Taipei, Sydney, Vancouver, sehingga proyek peremajaan kota yang sedang dilaksanakan saat ini menjadi pendorong mengapa harga properti melambung.
Ada beberapa proyek peremajaan kota yang sedang dilakukan, lanjutnya, termasuk Komunitas Keluarga Nyaman di Neihu, Peremajaan Wilayah Yongchun dll, sehingga diharapkan proyek ini dapat dipercepat, termasuk disetujui sepenuhnya oleh warga, bulan Juni diloloskan lalau bulan Agustus dikeluarkan surat kuasa peremajaan kota, namun semua ini baru dapat berjalan apabila didukung oleh warga.
Bicara soal jumlah rumah rakyat, Lin mengatakan, tahun lalu sudah mencapai 6.500 perumahan, diperkirakan sampai 2018 akan mencapai 20 ribu keluarga dan sampai 2022 akan menyentuh 50 ribu. Sehingga diharapakan proyek-proyek terkait dapat dipercepat, terlebih-lebih kawasan Nancichang yang sangat berpotensial, karena berkaitan dengan jalur MRT Wanda, sehingga berharap pemerintah kota mendukung perencanaan, promosi serta lewat kekutan masyarakat mendukung program peremajaan kota.
Lin menghimbau pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah, hal ini bisa dilakukan mulai dari kota Taipei, mempertimbangkan untuk memberikan kuasa kepada pemda, karena peremajaan kota Taipei adalah jalan yang harus ditempuh.