History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Utarakan Maaf Kepada Penduduk Pribumi Taiwan

  • 01 August, 2016
  • Editor
Presiden Tsai Utarakan Maaf Kepada Penduduk Pribumi Taiwan
Presiden Tsai Ying-wen

(Taiwan, ROC) – Tsai Ying-wen (蔡英文) selaku Presiden mewakili pemerintah menyampaikan permintaan maaf kepada Penduduk Pribumi Taiwan. Presiden mengatakan, hanya dengan ketulusan menghadapi kenyataan baru bisa tercapai perdamaian yang sejati. Beliau tidak berani meminta penduduk pribumi memaafkannya, namun berharap agar setiap pihak tidak mengulangi kesalahan yang sama, sehingga suatu saat nanti negara ini dapat mengarah kepada perdamaian yang sejati.

Dalam peringatan Hari Penduduk Pribumi Taiwan yang ditetapkan setiap tanggal 1 Agustus, Presiden Tsai menyampaikan permintaan maaf. Dalam pidato selama 16 menit itu, menyinggung beban dan ketidakadilan yang dipikul oleh suku pribumi selama 4 dekade. Presiden menyampaikan : Saya mewakili pemerintah menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada penduduk pribumi Taiwan. Selama 400 tahun ini, anda semua menanggung beban dan perlakuan yang tidak adil, saya mewakili pemerintah memintah maaf kepada anda sekalian.

Kepala negara mengatakan, sejak awal tanah ini sudah ada penduduknya, mereka hidup sendiri, memiliki bahasa, budaya, kebiasaan dan lingkup hidupnya, namun pendatang merampas semua itu, sehingga mereka kehilangan tanahnya, malah menjadi orang asing di tanah sendiri, menjadi minoritas, tersingkirkan, hal inilah alasan mengapa saya meminta maaf.

Presiden mengutip catatan sejarah bahwa, Suku Han menulis sejarah secara sepihak. Selama 400 tahun, setiap penguasa yang datang ke Taiwan merampas hak suku pribumi, sehingga mereka kehilangan hak otoritasnya. Sikap pemerintah yang lalu dalam melindungi hak penduduk pribumi kurang agresif, mereka menyimpan limbah nuklir di pulau Lanyu, penguasa yang lalu-lalu menghilangkan status suku dan identitas penduduk pribumi. “Undang-Undang Suku Pribumi” tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Kesehatan, tingkat pendidikan, ekonomi dan keikutsertaan dalam politik yang menjadi indikasi tetap menunjukkan kesenjangan. Disaat yang bersamaan, stereotip terhadap suku pribumi bahkan diskriminasi masih belum hilang, sehingga Presiden Tsai meminta maaf. Kepala negara mengatakan : Kami masih kurang tekun, bahkan dari generasi ke generasi menemukan bahwa kami kurang tekun, sehingga anda merasakan beban yang harus dipikul sampai saat ini, mohon maaf.

Tsai menyampaikan, perdamaian yang sejati hanya bisa tercapai apabila menghadapi kenyataan dengan tulus. Permintaan maaf ini sudah terlambat lama, namun ini baru permulaan. Ia berharap beban 400 tahun ini dapat terkikis oleh tulisan ini. Ia tetap berharap, permintaan maaf kali ini dapat menjadi awal dari setiap warga yang ada di negeri ini menuju perdamaian yang sejati.

Komentar

Terbarumore