(Taiwan, ROC) Direktorat Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) hari Jumat (29/7) mengumumkan tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan kwartal ke 2 tahun 2016, dengan perkiraan sebesar 0,69%, dibandingkan dengan bulan Mei yang sebesar 0,48% meningkat 0,21%. DGBAS mengemukakan, ini menunjukkan sudah selama 3 kuartal berturut–turut pertumbuhan minus menjadi plus, penyebab utamanya adalah jumlah produk ekspor lebih baik dari yang diperkirakan.
Sementara itu DGBAS juga membuat statistik jumlah wisatawan Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan untuk kuartal ke dua yang menunjukkan penurunan sebesar 6,29%, namun wisatawan negara lain memperlihatkan kenaikan sebesar 8,02%, dalam situasi satu berkurang yang lainnya bertambah, secara keseluruhan jumlah wisatawan yang datang ke Taiwan menunjukkan peningkatan sebesar 2,2%, memperlihatkan berkurangnya wisatawan Daratan Tiongkok tidak sampai memberikan hantaman keras bagi perekonomian Taiwan..
Kepala Divisi Khusus DGBAS, Wang Shu-juan menegaskan, dilihat dari untuk perekonomian, situasi perekonomian kuartal ke 2 menunjukkan perkembangan, “dasaran telah bersinar”, apabila ditambah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal 1 yang minus 0,68%, pertumbuhan ekonomi paruh pertama tahun ini memperlihatkan pertumbuhan plus 0, 01%; meskipun kekuatan masih lemah, namun DGBAS memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal ke 3 dan empat akan naik, tahun ini peluang bisa mempertahankan pertumbuhan 1% semakin besar.
Wang Shu-juan mengatakan, “Tingkat pertumbuhan musiman tahunan (saar) dan tingkat pertumbuhan (saqr) juga dapat dipastikan selama 3 kuartal berturut-turut akan naik, hal ini dapat dikatakan, dilihat dari situasi ekonomi saat ini sudah pasti akan memperlihatkan tanda-tanda perbaikan. Bersamaan dengan itu, secara sederhana dapat dikatakan, kuartal ke 2 lebih tinggi dari yang sebelumnya diperkirakan, apabila pada kuartal ke 3 dan 4 tidak ada pergerakan, maka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan akan meninggi.”
Namun, DGBAS beranggapan, situasi ekonomi internaisonal untuk paruh akhir tahun akan berubah-ubah, seperti brexit, prinsip tiap negara menjaga ekonomi perdagangan negaranya, pengaruh politik timur tengah, dan berbagai perubahan yang ada sangat banyak, Dana Moneter Internasional sebenarnya juga merevisi naik pertumbuhan ekonomi global, namun dipengaruhi unsur-unsur tersebut akhirnya malah merevisi ke bawah, oleh karena itu pula DGBAS akan memberikan perkiraan terbaru yang akan diumumkan pada 19 Agustus mendatang.