(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Kamis tanggal 28 Juli saat menerima kunjungan rombongan Asosiasi Industri Nasional atau CNFI, menyampaikan bahwa selama 2 bulan masa jabatan pemerintah baru, telah melakukan berbagai bentuk perbaikan dan reformasi. Tsai berharap agar pihak pengusaha swasta ikut serta berpartisipasi, sehingga dapat juga menyadari bahwa semua bentuk reformasi perbaikan tidak dapat dilakukan sekaligus secara menyeluruh dan cepat.
Presiden menjelaskan bahwa dirinya menyadari bahwa dalam bidang perindustrian ada bagian yang harus dapat dijalankan secara cepat dan elastis, menyadari juga kesulitan dan beban yang dihadapi oleh para pekerja buruh, memperhatikan masalah standarnisasi gaji dan jam istirahat yang diberlakukan. Sebagai seorang pemimpin negara, tugas yang ada pada dirinya bukan hanya sekedar memberikan kelancaran atau berpihak hanya pada salah satu kelompok tertentu semata, namun harus membawa arah dan langkah masa depan negara secara menyeluruh. Di sisi lain, Tsai juga harus memastikan semua target dapat tercapai. Tsai berjanji bahwa pemerintah akan melakukan perbaikan dalam bidang iklim investasi, tidak akan membebani UMKM yang ada dalam era transisi saat ini, melindungi hak asasi semua pekerja dan menaikkan upah standar minimum pekerja Taiwan dan pekerja yang termarginalisasi.
Presiden Tsai mengatakan, “Saya berharap bahwa dengan adanya langkah komunikasi dengan masyarakat seperti saat ini, dalam mengatur hari libur, pemberian gaji, penambahan jam kerja, maka semua upaya tersebut dapat membuahkan hasil yang menguntungkan bagi semua pihak. Dalam waktu yang sama, sebelum pengusungan program yang baru dilaksanakan, maka pemerintah akan mematuhi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku, yang berkaitan dengan masalah pemberian hari libur setelah 7 hari kerja.”
Presiden Tsai menjelaskan bahwa reformasi adalah sebuah jalan yang penuh dengan halangan namun harus tetap dilalui. Pemerintah juga membutuhkan berbagai sumber informasi dari masyarakat, agar dapat menemukan titik stabil bagi semua pihak. Selain itu pemerintah juga tidak lupa akan mempertimbangkan kepentingan nasional dan sosial masyarakat, ketika akan melakukan pengambilan keputusan akhir.
Tsai menambahkan bahwa selama ini telah banyak rumor yang bersifat negatif bermunculan, sehingga telah mengakibatkan ketidakpercayaan dari beberapa kelompok masyarakat. Tsai berharap dengan adanya komunikasi yang terbuka, maka pemerintah, pengusaha dan pihak pekerja dapat melakukan musyawarah guna mencapai mufakat.