(Taiwan, ROC) – Kerangka sistim rapat diskusi urusan bahari antara Taiwan dan Jepang, yang semula dijadwalkan akan digelar pada akhir bulan Juli tahun ini, akan diundur waktu pelaksanaannya. Sekjen Badan Urusan Asia Timur Kementrian Luar Negeri, Tsai Ming-yaw, pada hari Kamis tanggal 28 Juli, dalam jumpa pers menyebutkan alasan pengunduran waktu pelaksanaan, karena persiapan yang belum mencukupi, sehingga pihak Kementrian Luar Negeri atau MOFA bermaksud dapat mengajukan lebih banyak lagi sumber informasi dan juga topik yang lebih matang. Tsai menegaskan bahwa dalam menjalin hubungan kerjasama bidang bahari, berfungsi untuk mencapai keuntungan bagi semua pihak, baik Taiwan maupun Jepang.
Tsai Ming-yaw mengatakan, “Dalam negosiasi membutuhkan ‘give and take’, oleh sebab itu kita harus mengupayakan situasi yang sangat kondusif, mempersiapkan semua hal dengan baik dan matang, dengan ragam informasi dan bahan yang lebih mendetail. Sehingga rapat yang digelar dapat berjalan dengan baik dan lancar. ”
Berkenaan dengan apakah akan ada pihak perwakilan dari unsur nelayan Taiwan dalam Kerangka sistim rapat diskusi urusan bahari antara Taiwan dan Jepang, Tsai menjelaskan bahwa saat ini belum mempertimbangkan untuk mengikutsertakan pihak nelayan atau perwakilannya. Namun disebutkan bahwa pihak nelayan dapat memberikan pendapat dan masukan melalui berbagai institusi pemerintah yang terkait. Semua data dan pendapat akan dikumpulkan dan dibahas dalam rapat yang akan digelar tersebut, sehingga aspirasi dari nelayan juga akan menjadi sebuah rujukan bahan pembahasan dalam rapat.