(Taiwan, ROC) – Pada hari Kamis tanggal 28 Juli, Yuan Legislatif menggelar rapat dengar pendapat dengan tajuk “Peluang dan tantangan pemerintah baru dalam pengusungan sumber energi daur ulang”. Kepala Badan Sumber Energi Kementrian Perekonomian atau BOE, Lin Chuan-nen, menyampaikan bahwa program insentif sumber daya energi tenaga surya yang diusung untuk jangka waktu 2 tahun, diprediksi sebelum Juni 2018, dapat menghasilkan energi listrik sebesar 1,44 GW. Saat anggota legislator mempertanyakan masalah kelanjutan dari pencanangan proyek pembangkit listrik tenaga surya dengan menggunakan lahan penjemuran garam, Lin Chuan-nen menjawab bahwa untuk lahan khusus, maka peraturan dan undang-undang terkait paling cepat akan diluncurkan pada akhir bulan Agustus atau awal September mendatang.
Anggota legislator dari pan hijau, Lai Jui-lung, dalam rapat tersebut menyebutkan bahwa program pemberdayaan sumber energi listrik tenaga surya yang diusung oleh pemerintah baru, memiliki target pencapaian sebesar 20 GW pada tahun 2025, namun hingga saat ini hanya mampu menghasilkan 935,8 MW listrik. Hal ini membuat berbagai pihak meragukan kemampuan pihak Kementrian Perekonomian dalam pencapaian target yang tampaknya masih jauh dari harapan.
Lin Chuan-nen mengakui bahwa angka tersebut memang masih jauh dari yang diharapkan, namun dalam berbagai upaya yang tengah dilakukan, termasuk pengurangan karbondioksida, kini tengah mengusung program insentif yang terbagi untuk kurun waktu 2 dan 4 tahun, dengan jenis kategori pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga angin. Di dalam program tersebut, untuk sumber energi tenaga surya, pada bulan Juni 2018, maka akan dapat menghasilkan listrik sebesar 1,44 GW, dan untuk sumber energi tenaga angin, masih dalam tahap pembahasan dan penelitian lebih lanjut.
Lin menjelaskan bahwa untuk program insentif sumber energi tenaga surya 2 tahun, termasuk penggunaan lahan penjemuran garam, lahan tak layak untuk cocok tanam dan juga di berbagai jenis bidang industri skala besar.
Lin Chuan-nen mengatakan, “Misalnya untuk lahan penjemuran garam yang nantinya akan menghasilkan sebanyak 200 MW, sementara pada lahan yang tidak layak untuk cocok tanam, misalnya bagian atap gedung rumah, pabrik berskala besar, hingga bagian lahan perairan dan sebagainya. Semua hal ini masih akan terus kita lakukan penelitian lebih lanjut.”
Untuk bagian lahan penjemuran garam, di daerah Tainan telah tercatat sebanyak 3 hingga 4 lahan penjemuran garam dan areal kawasan yang dilindungi, kurang lebih sebanyak 1.000 hektar. Jika kawasan tersebut dipasang pembangkit listrik tenaga surya, maka mampu menghasilkan listrik sebanyak 10 MW