History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wapres Berharap Taiwan Ikut Oranisasi Internasional

  • 27 July, 2016
  • Editor
Wapres Berharap Taiwan Ikut Oranisasi Internasional
Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁)

(Taiwan, ROC) – Direktorat Jenderal Keimigrasian (NIA), Kementerian Dalam Negeri hari ini menggelar “Lokakarya Internasional Pencegahan Perdagangan Manusia 2016”. Sekitar 300 pakar, cendikiawan dan pejabat dari 11 negara termasuk Amerika, Inggris, Swiss, Australia, Korea Selatan dan Indonesia turut hadir untuk membahas pencegahan perdagangan manusia dan tukar pengalaman dan inteljen kejahatan terkait.

 

Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁) dalam pidato pembukaan menyampaikan, saat Presiden Tsai Ying-wen (蔡英文) menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada tahun 2006 pernah menyampaikan program pencegahan kejahatan perdagangan orang, memerintahkan kepada kementerian dan instansi terkait di seluruh daerah untuk mengimplementasikannya, kemudian pada bulan Januari 2007 mendirikan Mekanisme Laporan Koordinasi pelaksanaan pencegahan kejahatan terkait, untuk memonitor pelaksanaannya di lapangan, ini adalah buah hasil terbesar dari 10 tahun ini.

 

Ia menjelaskan, sampai saat ini, Taiwan telah menandatangani Nota Kesepahaman pencegahan perdagangan manusia dengan 16 negara di seluruh dunia, ini membuktikan ketekunan pemerintah Taiwan dalam memberantas kejahatan ini sehingga dunia mengatahui bahwa Taiwan adalah mitra yang tidak bisa dilupakan. Ia menghimbau kepada seluruh dunia agar mendukung rencana PBB yang menentukan 30 Juli ditetapkan sebagai Hari Anti Perdagangan Manusia, juga mendukung Taiwan dapat menjadi bagian dari organisasi internasional, agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi komunitas dunia.

 

Wapres Chen menyampaikan : Saya disini menghimbau kepada seluruh dunia agar setiap negara dapat memperhatikan masalah perdagangan manusia, meningkatkan pencegahan, serta mendukung PBB yang menentukan 30 Juli ditetapkan sebagai Hari Anti Perdagangan Manusia, sebagai implementasi perlindungan kepada Hak Asasi Manusia, juga berharap agar setiap negara dapat menerima Taiwan sebagai anggota organisasi internasional, sehingga Taiwan berkesempatan dengan negara-negara lain memberikan kontribusi dan sumbangsih yang lebih besar kepada dunia.

 

Kebijakan pemerintah yang baru adalah fokus kepada memperkuat jaringan keamanan di masyarakat, dan pencegahan perdagangan manusia adalah bagian yang terpenting, bulan lalu, dalam “Laporan masalah perdagangan manusia 2016” yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri AS, Taiwan untuk tahun ke 7, berada di level pertama, ini membuktikan bahwa negara kita dapat menjadi panutan Asia dan dunia, kedepannya pemerintah akan terus berusaha menciptakan perdamaian dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.

Komentar

Terbarumore