(Taiwan, ROC) Rancangan amandemen “Satu istirahat satu libur” untuk sementara prosesnya terhenti, Sekretaris kaukus legislator partai Progresif Demokrat (DPP), Chen Ding-fei hari Sabtu (23/7) menyampaikan, saat ini belum dibicarkan apakah pada rapat khusus ke dua akan membicarakan hal ini, ia juga menghimbau agar masing-masing instansi terkait meningkatkan komunikasi. Berdasarkan informasi, situasi terburuk adalah rancangan amandemen “satu istirahat satu libur”untuk sementara dihentikan, ditunda hingga rapat berikutnya, dan berarti hari guru pada tanggal 28 September, baik guru maupun buruh tetap mendapat libur.
Rapat sementara legislatif tanggal 21 Juli kemarin sebenarnya direncanakan membahas “satu libur satu istirahat” untuk dimasukkan dalam ketentuan khusus dari rancangan amandemen hukum standar tenaga kerja, namun legislator partai DPP, Lin Shu-fen tidak hadir sehingga Yuan eksekutif tidak dapat melakukan pemeriksaan.
Terkait dengan apakah dalam rapat awal bulan Agustus mendatang kembali akan memasukan pertimbangan RUU ini, sekretaris kaukus DPP, Chen Ding-fei (23/7) menyampaikan, saat ini belum membicarakan apakah akan mengelar rapat kedua, ia menyampaikan, perubahan rancangan amandemen tidak ada batas waktu, dan berharap masing-masing instansi pemerintah dapat meningkatkan komunikasi. Chen Ding-fei mengatakan, “ kami berharap Yuan Eksekutif melakukan komunikasi, kalau tidak akan lebih tersendat-sendat, mempengaruhi kelancaran proses diloloskannya peraturan hukum.”
Juru bicara Yuan Eksekutif, Tung Chen-yuan menyampaikan, “ Saat ini “satu istirahat satu libur merupakan konsensus terbesar antara perusahaan dan karyawan, kami berharap yuan legislative dapat segera membentuk hukumnya, kami sangat sesalkan beberapa hari lalu komite tidak dapat melakukan pemeriksaan, kami tetap berharap masih ada kesempatan bagi yuan legislatif untuk secepatnya membahasnya, secepatnya menjadikan peraturan.”
Berdasarkan informasi yang ada, masyarakat sipil dan partai oposisi sangat menentang amandemen ini, situasi terburuk yang mungkin terjadi adalah untuk sementara prosesnya akan terhenti hingga pertengahan bulan Oktober baru akan mencari waktu yang tepat untuk dibahas, dengan dibekukan sementara proses RUU satu libur satu istirahat ini berarti libur hari guru 28 September tahun ini masih tetap berlaku.