History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Tidak Mungkin Ada Batas Waktu Sependapat Konsensus 92

  • 22 July, 2016
  • Editor
Presiden : Tidak Mungkin Ada Batas Waktu Sependapat Konsensus 92
Presiden : Tidak Mungkin Ada Batas Waktu Sependapat Konsensus 92

(Taiwan-ROC) – Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada tanggal 18 Juli pagi hari, menerima kunjungan wartawan Washington Post dan pada hari ini (22/7), Kantor Kepresidenan mengumumkan isi pembicaraan saat wawancara tersebut. Presiden Tsai Ing-wen saat menerima kunjungan Washington Post, pertama kali ditanyakan perihal pandangannya terhadap pemimpin Daratan Tiongkok Xi Jinping (習近平). Presiden mengatakan, Xi Jinping sangat berani mengambil tindakkan untuk memberantas korupsi, dan ini adalah hal yang sangat penting dalam proses perkembangan di Daratan Tiongkok. Presiden juga berharap agar Xi Jinping dapat menampakkan elastisitas yang lebih besar dalam mengurusi permasalahan antar selat, serta dapat memahami bahwa Taiwan adalah lingkup masyarakat yang demokratis, sehingga baik putusan Presiden maupun pemimpin politikus, harus mengikuti opini publik.

Wartawan tersebut menanyakan perihal apakah benar adanya batas waktu dari Xi Jinping untuk sependapat dengan “Konsensus 92” dari para cendekiawan? Presiden mengatakan, dia percaya bahwa Xi Jinping sebagai seorang pemimpin sebuah negara, seharusnya memiliki kemampuan mengendalikan seluruh keadaan dan membuat keputusan yang tepat. Kepala Negara menjelaskan, Taiwan adalah tempat yang sangat demokratis, dan pendapat masyarakat sangat penting. Sehingga sangat kecil kemungkinan adanya batas waktu, meminta pemerintah Taiwan untuk melanggar pendapat masyarakat untuk menerima persyaratan dari Daratan Tiongkok, dan beliau percaya bahwa pihak mereka juga menyadari hal ini.

Terhadap putusnya komunikasi formal antar Selat dari Daratan Tiongkok, apakah masih ada kontak dari kedua pihak? Kepala Negara mengatakan, untuk sementara ini ada 2, yaitu Kantor Urusan Daratan Tiongkok dan Kantor Urusan Taiwan, dan ini diakui keberadaanya. Namun jalur komunikasi antar pihak sangatlah beragam, banyak instansi pemerintah yang memiliki komunikasi khusus dengan jendela penghubung di Daratan Tiongkok untuk saling berbagi informasi dan pertukaran pendapat. Presiden pun dengan menggunakan bahasa Inggris menambahkan, beberapa tingkatan di pemerintahan kita tetap berkomunikasi dengan pihak terkait di Daratan Tiongkok, namun tidak dapat dijelaskan secara detail.

Kepala Negara mengatakan, dalam pidatonya telah berupaya dengan keras, berharap dapat memperkecil perbedaan pendapat antar kedua belah pihak dan yakin mereka akan memahami niat baik kita. Kepala Negara juga menyatakan, selama beberapa waktu ini, pihak kita sangat berhati-hati dalam mengurusi hubungan dengan Daratan Tiongkok, selain mengambil sikap tidak provokatif, mencegah kejadian yang tidak diinginkan, juga berharap melalui pertukaran informasi, dapat membangun kepercayaan kedua belah pihak.

Bagaimana menjaga kestabilan hubungan antar selat serta membuat para senior mendukung pandangan merdeka dari generasi muda? Dengan bahasa Inggris Presiden mengatakan, setiap generasi dan setiap kelompok masyarakat, mempunyai pandangan berbeda terhadap Daratan Tiongkok. Namun hanya satu yang sama, yaitu demokrasi.

Komentar

Terbarumore