(Taiwan, ROC) – Festival olahraga Universiade 2017 akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2017, dengan prakiraan jumlah peserta lebih dari 12 ribu orang dari 160 negara di dunia. Kegiatan tersebut akan dilangsungkan di beberapa tempat lapangan olahraga di kota Taipei, New Taipei, Taoyuan dan Hsincu. Keamanan pelaksanaan festival olaharaga Universiade tentu juga akan menjadi sebuah tantangan yang sangat besar bagi panitia pelaksana.
Badan Kepolisian Nasional Kementrian Dalam Negeri atau NPA pada hari Kamis tanggal 21 Juli saat menggelar latihan “Pengendalian Keamanan Universiade Terhadap Serangan Teroris” di markas kepolisian khusus, selain melakukan pemeriksaan persiapan perlengkapan dan anggota kepolisian yang terlibat, juga menjalani latihan antisipasi teroris, misalnya dengan mengambil beberapa contoh serangan teroris dalam bentuk bom peledak, penahanan peserta, antisipasi kebakaran dan juga latihan terhadap penyerangan lainnya.
Usai latihan Kepala NPA, Chen Kuo-en saat memberikan pidato menyampaikan bahwa belakangan ini telah terjadi serangan teroris di berbagai negara di dunia, yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Walau Taiwan masuk ke dalam kategori negara yang tidak terlampau diincar oleh teroris, tetapi belum lama ini baru saja terjadi peledakan di kabin kereta api yang menimbulkan korban luka berat dan ringan, sehingga telah menjadi liputan dalam media massa dunia internasional. Oleh sebab itu pihak kepolisian juga sangat menaruh perhatian yang besar terhadap berbagai hal dan upaya pencegahan kejadian serupa terulang kembali.
Chen Kuo-en menjelaskan bahwa terlebih-lebih kegiatan yang berskala besar seperti Universiade 2017, dengan menggunakan berbagai sarana olahraga dengan lokasi yang berbeda, sehingga pihak pemerintah pusat juga meminta aparat petugas kepolisian untuk menambah pengetatan proses berlangsungnya kegiatan.
Chen Kuo-en mengatakam “Ini adalah sebuah kegiatan festival olahraga yang sangat besar skalanya, karena telah mengikutsertakan lebih dari 12 ribu peserta lomba dari 160 negara di dunia. Selain itu kegiatan dilangsungkan di berbagai sarana olahraga yang tersebar di lokasi yang berbeda. Oleh sebab itu masalah keamanan pelaksanaan menjadi sangat penting, termasuk di kawasan Taipei, New Taipei, Kabupaten Taoyuan, Kabupaten Hsincu dan Kota Hsincu sendiri. Tentu saja Kota Taipei sebagai tuan rumah, maka pihak pemerintah pusat pasti akan memberikan bantuan pengamanan secara menyeluruh proses berlangsungnya kegiatan yang ada.”
Chen Kuo-en menyebutkan bahwa pihak kepolisian pada hari biasa memang telah melakukan serangkaian latihan terkait pengamanan situasi lingkungan masyarakat. Pada hari Kamis tanggal 21 Juli, juga telah secara khusus menambah 5 mata latihan yang berhubungan dengan antisipasi aksi serangan teroris. Chen menegaskan bahwa pemerintah dan pihak kepolisian nasional akan mengupayakan semaksimal mungkin mengamankan situasi dan berlangsungnya kegiatan. Sehingga semua pihak dapat lebih tenang dan terus menjalankan aktivitas masing-masing serta kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.