(Taiwan, ROC) - Presiden Ma Ying-jeou pada hari Sabtu tanggal 31 Mei, saat melakukan kunjungan ke kampung Ching Yue, Desa San Di, Pintung, juga menyempatkan diri untuk menemui manusia tertua di Taiwan bernama Pheng Yu-mei dari suku aborigin Rukai, yang berusia 112 tahun. Dalam pertemuannya dengan Presiden Ma, Pheng juga membeberkan rahasia perawatan kesehatan dan juga kerajinan merajut yang dikuasainya. Hal ini membuat Ma merasa kagum atas usia, kemampuan dan kesehatan yang dimiliki oleh Pheng Yu-mei.
Pheng Yu-mei bersama dengan penduduk kampung Ching Yue mengenakan pakaian tradisional suku aborigin Rukai untuk menyambut kedatangan Presiden Ma. Melihat sambutan hangat yang diberikan oleh Pheng, Presiden Ma segera menjabat erat tangannya dan memberikan ucapan selamat. Pheng Yu-mei sendiri masih fasih berbahasa Rukai, sehingga semua percakapannya meminta bantuan dari cucunya untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa Mandarin, yang mana dinyatakan bahwa dirinya senang atas kehadiran Presiden Ma di sana.
Pheng Yu-mei menjelaskan bahwa rahasia hidup sehat suku Rukai adalah banyak mengkonsumsi ubi-ubian, talas serta makanan yang lebih hambar rasanya. Saat dirinya masih muda, ia juga mematuhi petunjuk dari ibunya dalam hal mengkonsumsi makanan yang sehat. Perihal kerajinan merajut juga dipelajarinya dari ibunya sewaktu Pheng masih berusia dini.
Hasil rajutannya berbentuk tas ransel punggung khusus untuk kaum pria dan tas gendong khusus untuk kaum wanita. Pheng Yu-mei juga memberikan kenang-kenangan berupa tas rajutan kepada Presiden Ma, sembari menyatakan bahwa ia menganggap Presiden Ma bagaikan anaknya sendiri. Mendengar kata-kata tersebut, Presiden Ma juga ikut merasa bangga dan terharu.
Presiden Ma mengatakan bahwa Pheng Yu-mei dilahirkan sebelum Wilbur dan Orville Wright berhasil menciptakan pesawat terbang, ini merupakan sebuah hal yang sangat jarang ditemukan.
Presiden Ma membalas hadiah dari Pheng dengan sebuah “Angpao merah” yang berisikan sehelai kartu kunci emas dan jam tangan sebagai kenang-kenangan. Selain itu, Presiden Ma juga tak lupa menambahkan hadiah berupa 2 kotak teh gandum yang digemari oleh Pheng yu-mei.