History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Yuan Eksekutif: setiap negara relevan masih belum menetapkan zona ekonomi di Laut Tiongkok Selatan

  • 19 July, 2016
  • Editor
Yuan Eksekutif: setiap negara relevan masih belum menetapkan zona ekonomi di Laut Tiongkok Selatan
Jubir Yuan Eksekutif, Tung Chen-yuan

(Taiwan, ROC) – Mantan anggota kaukus partai Uni Solidaritas Taiwan(TSU), profesor jurusan hukum di universitas nasional Cheng Kung, Hsu Chun-hsin(許忠信) pada tanggal 18 Juli 2016 mengatakan, Vietnam, Filipina semenjak awal telah menggaris zona ekonomi kawasan perairan di sekita kepulauan Spratly, mencakup perairan luas di sekitar pulau Taiping, hal ini menimbulkan argumen bagi masyarakat luar kepada Yuan Eksekutif yang mempertanyakan setiap negara memiliki pandangan yang berbeda terhadap kawasan perairan yang belum ditetapkan menjadi zona perekonomian.

Juru bicara Yuan Eksekutif, Tung Chen-yuan (童振源) pada hari ini(19/7) saat konferensi pers, menampilkan satu peta yang dibuat oleh Direktorat Perikanan kawasan sekitar Laut Tiongkok Selatan yang digaris oleh negara-negara sekelilingnya memberi batas wilayah kekuasaan dan perpanjangan keluar 200 mil laut menjadi zona ekonomi. Tung Chen-yuan mengatakan, setiap negara berdasarkan daratan mengarah ke luar menggaris batas kekuasaan perairan dan zona ekonomi yang tumpang tindih, menimbulkan persengketaan, akan tetapi guna menghindari konflik, negara-negara di sekitar Laut Tiongkok Selatan termasuk Taiwan, belum menggaris zona ekonomi

Tidak ada zona ekonomi digambarkan di pulau-pulau atau karang diduduki pada kepulauan maupun pada pulau karang. Tung Chen-yuan mengatakan, “dikarenakan garis dasar pada kekuasaan maritime digambar menjadi zona ekonomi yang menjadi perairan tumpang tindih sangat serius, termasuk juga Taiwan, maka wilayah Taiwan di Tainan, Taichung semua diklasifikasikan sebagai cakupan dalam zona ekonomi Filipina, seperti yang saya katakan pada bagian depan, setiap negara di kawasan Laut Tiongkok Selatan menduduki satu bagian dalam kepulauan maupun karang, masing-masing negara tidak menetapkan zona ekonomi.”

Tung Chen-yuan mengatakan, guna menyelesaikan persengketaan kawasan tumpang tindih zona ekonomi Laut Tiongkok Selatan, pandangan Taiwan mengusulkan semestinya perlu mekanisme pembahasan bersama negara relevan, bdan keamanan laut juga akan memperkuat penjagaan dan melindungi kepentingan nelayan. Ia juga mengatakan, Taiwan-Filipina setiap tahun akan membahas isu-isu perikanan, akan tetapi untuk mencapai kesepakatan masih memerlukan waktu, sementara ini masih terus melakukan pembahasan antar kedua belah pihak.

  

Tung Chen-yuan menekankan pada masa lalu pemerintah sebelumnya berulang kali mendarat di pulau Taiping dan deklarasi berdaulat atas pulau Taiping, sementara petugas dari Badan Keamanan Laut mengambil posisi di pulau Taiping dan mempertahankan kedaulatan pulau Taiping, di mata internasional telah mengetahui posisi Taiwan, pemerintah terus menjaga pertahanan pulau ini. Mengenai apakah Presiden Tsai Ing-wen akan mendarat di pulau Taiping? Jubir Yuan Eksekutif Tung mengatakan, sementara belum ada rencana akan tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan ini, dikarenakan Laut Tiongkok Selatan cukup rumit, pihak Taiwan wajib menjaga stabilitas dan perdamaian, pemerintah akan lebih berhati-hati dalam meninjau dan menanganinya.

Komentar

Terbarumore