(Taiwan, ROC) Polisi Taiwan hari Minggu, 17 Juli, mengumumkan dibongkarnya suatu komplotan internasional setelah menangkap tiga warga Eropa Timur, yang bersamaan dengan 12 lainnya, merupakan tersangka yang mencuri lebih dari NTD83 juta (USD2,6 juta) dari mesin ATM Bank Pertama di tiga kota berlainan di Taiwan.
Direktur Jenderal Agensi Polisi Nasional (NPA) Chen Kuo-en (陳國恩) dengan bangga mendeklarasikan, berkat kerja sama dari banyak kalangan, polisi Taiwan telah membuktikan bahwa Taiwan bukan tempat mudah untuk dirampok dan bukan surga bagi kriminal asing.
Andrejs Peregudovs dari Latvia, Colibaba Mihail dari Romania serta Niklae Penkov dari Moldova dipercaya adalah anggota komplotan kriminal internasional yang terdiri dari 15 orang dari lima negara.
Komplotan inilah yang diduga telah mencuri NTD83,27 juta dari 51 mesin ATM yang telah diretas dari beberapa cabang Bank Pertama di Taipei, Taipei Baru dan Taichung pada tanggal 9 dan 10 Juli.
Menurut kepala polisi kriminal Taipei Lee Wen-chang (李文章), setelah berhasil meretas uang tunai NTD83 juta, Peregudovs menyembunyikan NTD50 juta darinya di sebuah loker di Stasiun Kereta Api Taipei pada 13 Juli. Dia kemudian ditangkap di Yilan di Taiwan timur laut, sementara dua tersangka lainnya ditangkap setelah mengambil uang tersebut dan pulang ke tempat penginapannya di Distrik Dazhi, Taipei, bersama tiga kopor berisi uang curian.
Mengenai NTD30 juta lainnya, Lee tidak meniadakan kemungkinan bahwa uang tersebut masih berada di Taiwan.
Dalam berita bersangkutan, Perdana Menteri Lin Chuan (林全) hari Senin, 18 Juli, secara pribadi menuju NPA untuk menyampaikan selamat atas pembongkaran komplotan kriminal internasional dalam waktu begitu pendek.
Lin Chuan mengatakan, “Kasus ini melibatkan komplotan kriminal internasional, maka meraih perhatian besar dan dilaporkan oleh media massa manca negara. Terbongkarnya kasus ini merupakan suatu teladan internasional. Hari ini saya datang ke sini khusus untuk memberi penghargaan dan semangat.”
Pada kesempatan tersebut, Lin juga menyerahkan hadiah bonus NTD100 ribu kepada Song Chun-liang (宋俊良), polisi yang mengenali Peregudovs, dan Kantor Polisi Dong’ao, Yilan, yang berhasil menangkap tersangka dari Latvia itu.