(Taiwan-ROC) – Mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) pada hari ini 16 Juli, mengirimkan surat kepada media dan menyampaikan 10 cara sikap nyata melindungi wilayah laut selatan dan kedaulatan pulau Taiping, yang mengundang banyak reaksi yang berbeda dari masyarakat, termasuk partai New Power (NPP), partai Pertama Rakyat (PFP) dan partai Demokrat Progresif (DPP) yang beranggapan, kepala pemerintah yang telah lengser dari jabatan tidak seharusnya mengarahkan Presiden yang menjabat. Namun partai Kuomingtan (KMT) beranggapan, ini sepenuhnya niat baik Ma Ying-jeou.
Mantan Presiden Ma Ying-jeou mengirimkan surat kepada media, menyampaikan 10 saran kepada Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) sebagai bahan pertimbangan untuk melindungi kedaulatan pulau Taiping dan topik Laut Selatan. Dikarenakan isinya berkaitan dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh Kementerian di Yuan Eksekutif, hal ini telah mengundang pro dan kontra dari kedua partai.
Legislator partai NPP, Hsu Yung-ming (徐永明) mengatakan, didalam surat tersebut, sebenarnya dapat dilakukan pada saat Ma Ying-jeou masih menjabat sebagai presiden, namun mengapa tidak dilakukan? Dia beranggapan, mantan presiden tidak seharusnya mengarahkan Presiden saat ini.
Politikus partai DPP, Wu Ping-jui (吳秉叡) mengatakan, Ma Ying-jeou telah lengser dan tidak seharusnya banyak ikut campur, tindakannya tampak seperti “mertua jahat”. Wu Ping-jui mengatakan, “Mantan Presiden Ma tidak melakukannya selama 8 tahun menjabat, sekarang telah lengser, kemudian meminta orang lain melakukannya. Saya rasa ini tidak tepat. Logikanya, memerintah disaat tidak menjabat. Usai meninggalkan posisi presiden, jangan terlalu ikut campur.”
Legislator partai KMT Lin De-fu (林德福) mengatakan, kekuasaan pulau Taiping dan laut selatan adalah masalah besar, surat mantan Presiden Ma dan sarannya adalah niat baik, semoga pemerintah Tsai Ing-wen dapat mempertimbangkannya. Lin De-fu mengatakan, “Saya percaya titik tolak Ma Ying-jeou adalah niat baik, yaitu melindungi wilayah, martabat, teritorial dan nasionalisme negara.”
Legislator partai PFP Lee Hung-chun (李鴻鈞) mengatakan, meskipun Ma Ying-jeou mengajukan saran konkret terkait perlindungan pulau Taiping, namun hal tersebut dapat dilakukan pada saat dia masih menjabat. Selain itu, setelah terlepas dari jabatan dan pandangan dunia internasional, banyak melakukan kegiatan sosial dan jarang mengurusi politik. Dia beranggapan, mengarahkan Presiden Tsai adalah hal yang kurang tepat, dan meminta mantan Presiden Ma untuk beristirahat setelah bekerja keras selama 8 tahun.