(Taiwan, ROC) – Putusan dari Mahkamah Arbitrasi Antar bangsa(PCA) menyatakan pulau Taiping sebagai pulau karang, hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi nelayan. Asosiasi perikanan nasional memberikan pernyataan, menekankan hasil putusan PCA sangat merugikan kepentingan zona ekonomi di perairan pulau Taiping, mempengaruhi kepentingan bagi nelayan Taiwan, terlebih-lebih bagi nelayan yang beroperasi menangkap ikan di kawasan sekitar berkemungkinan menghadapi gangguan dari pihak Vietnam, Filipina maupun dari negara sekitarnya.
Wakil kepala Dewan Pertanian (COA)Chen Chi-chung(陳吉仲) pada hari Kamis ini tanggal 14 Juli 2016 dalam sidang interpelasi mengatakan, jika kehilangan zona ekonomi pulau Taiping, setiap tahun kerugian sektor perikanan hampir mencapai 1 milyar, akan tetapi, anggota kaukus partai DPP Kuan Bi-ling 管碧玲 beranggapan, Republik Tiongkok sama sekali tidak menggaris pulau Taiping dalam cakupan 200 mil laut zona ekonomi laut dan putusan sidang PCA juga tidak memberikan pulau Taiping kepada Filipina maka operasi sektor perikanan pada dasarnya tidak akan dipengaruhi.
Chen Chi-chung mengatakan, mengenai kekhawatiran dari nelayan, Direktorat Perikanan akan memberikan penjelasan dan kebijakan perlindungan sektor perikanan tidak akan berubah.
Chen Chi-chung mengatakan160714-13, “Kami akan meminta Direktorat Perikanan untuk menjelaskan kondisi ini, disampaikan kepada semua sahabat dan asosiasi kalangan perikanan, agar mereka mengetahui, walaupun hasil putusan demikian, sangat tidak puas dan tidak terima, akan tetapi secara praktek tidak mempengaruhi kepentingan sektor perikanan.”
Mengenai putusan arbitrasi Laut Tiongkok Selatan, Dewan Pertanian(COA) juga menekankan, yang diutamakan adalah menenangkan nelayan dan memberikan perlindungan nelayan secara maksimal, berlanjut melakukan pembahasan dengan pihak Filipina guna mengesampingkan persengketaan di sektor perikanan.