History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Naik Kapal Induk Di Hua Buktikan Tekad Pengamanan Wilayah Kedaulatan

  • 14 July, 2016
  • Editor
Presiden Tsai Naik Kapal Induk Di Hua Buktikan Tekad Pengamanan Wilayah Kedaulatan
Presiden Tsai Naik Kapal Induk Di Hua Buktikan Tekad Pengamanan Wilayah Kedaulatan

        (Taiwan, ROC) – Usai pengumuman laporan arbitrase Laut Selatan, kapal induk Di Hua melakukan tugas patroli sehari lebih awal dibandingkan yang dijadwalkan sebelumnya. Presiden Tsai Ing-wen pada hari Rabu tanggal 13 Juli pagi hari melakukan kunjungan ke markas besar pasukan pertahanan laut di Kaoshiung, menaiki kapal induk Di Hua, kemudian memberikan pidato dan pengarahan kepada para prajurit angkatan laut atau ROCN.

        Presiden menyampaikan bahwa tugas patroli pengamanan kelautan dilakukan lebih awal dari jadwal yang ditentukan sebelumnya, dan hal ini memang memiliki makna yang berbeda, karena situasi dan kondisi di kawasan Laut Selatan mengalami perubahan yang baru.

        Presiden menjelaskan bahwa pengumuman laporan yang dikeluarkan berkenaan dengan Pulau Taiping, telah memberikan dampak buruk bagi hak kedaulatan negara, oleh sebab itu tindakan yang dilakukan oleh Presiden Tsai Ing-wen dengan menaiki kapal induk Di Hua merupakan sebuah sikap untuk membuktikan tekad kuat dalam masalah penanganan dan perlindungan wilayah kedaulatan nasional.

        Tsai mengatakan, “Sehubungan dengan laporan arbitrase pulau Taiping telah memberikan pengaruh negatif dan merugikan bagi kita. Kapal induk adalah milik Republik Tiongkok. Dan seragam yang dikenakan oleh Anda semua adalah sebuah bentuk pemberian kekuasaan dan harapan dari seluruh masyarakat. Tugas patroli kali ini adalah untuk menunjukkan kebulatan tekad yang dimiliki.”

        Presiden Tsai menegaskan bahwa sehubungan dengan masalah di Laut Selatan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan komunikasi dan juga msuyawarah untuk menyelasaikan masalah tersbut dengan cara damai. Pemerintah juga bersedia untuk berbagi sumber kandungan alam yang terdapat di dalamnya, menjalin tali silahturahmi dengan berbagai pihak terkait dengan masalah sengketa di Laut Selatan.

        Presiden Tsai menjelaskan bahwa belakangan ini memang banyak terjadi permasalahan dan kericuhan dalam tubuh angkatan bersenjata nasional sendiri, dan hal ini juga tentu sedikit banyak telah memberikan pengaruh yang negative juga. Tetapi Tsai meminta semua pihak agar dapat bersama-sama mengatasi masalah yang dihadapi. Tsai juga menambahkan bahwa tugas pengamanan wilayah kedaulatan negara berada di pundak semua angkatan bersenjata. Untuk itu semua pihak harus dapat menjalankan pelatihan kemiliteran secara optimal dan berpatroli di kawasan Laut Selatan untuk dapat melindungi wilayah kedaulatan sendiri.

Komentar

Terbarumore