(Taiwan, ROC) – Menteri perekonomian dan menteri ketenagakerjaan pada hari ini(7/12) berkoordinasi menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi APEC untuk usaha menengah kecil 2016, mengundang pejabat tinggi Filipina dan Malaysia, platform lintas batas bisnis elektronik APEC, delegasi perwakilan perusahaan multinasional, perwakilan inovatif lebih dari 200 peserta asing akan menghadiri untuk mengeksplorasi ekonomi digital dan mobilitas perniagaan.
Wamenko Yang Wei-fu (楊偉甫) saat sambutan mengatakan, semenjak tahun 2002, kemenko bertanggung jawab membentuk promosi kantor industri konten digital, berkenaan dengan SDM, modal dana, pasar, teknisi dan ketentuan semua diberikan dalam bentuk bimbingan kepada industri yang relevan, dalam kurun waktu 13 tahun ini, untuk nilai tambah di tahun lalu meningkat 6 kali lipat. Yang Wei-fu mengatakan, “nilai tambah dari industri digital yang relevan hingga kini telah meningkat 6 kali lipat, pada tahun 2002 berkisar 5 milyar dolar AS, naik hingga di tahun 2015 mencapai 30 milyar dolar AS.”
Yang Wei-fu mengangkat, meneruskan masa lalu Taiwan dalam APEC mengusulkan prakarsa penerapan metode industri baru O2O usaha menengah kecil , sementara ini telah bersama Filipna dan Malaysia mempromosikan prakarsa O2O di tahun 2017 atau juga meningkatkan daya saing UKM digital dan ketangguhan mencapai pertumbuhan yang berkualitas, pada bulan Juli telah diloloskan dalam APEC.
Divisi UKM kemenko juga menambahkan, untuk bidang ini mendapat subsidi dari organisasi APEC sebesar 130 ribu dolar AS, guna menggelar berbagai forum dan kegiatan, mengundang kalangan UKM, secara per kasus guna meningkatkan pengetahuan seputar digital. Saat bersamaan, juga merancang panduan penulisan digital, agar peserta industri setelah mendapat masalah dalam internet mampu dengan cepat dipulihkan dan beroperasi secara normal kembali.