(Taiwan-ROC) – Rumah Sakit Universitas Taipei pada hari ini (9/7) mengatakan, tersangka kasus peledakan gerbong kereta api Lin Ying-chang (林英昌) yang berusia 55 tahun, pada pagi hari ini telah kembali kesadarannya. Namun dikarenakan mengalami luka berat pada bagian paru-paru, saat ini masih dipasang alat bantu pernapasan dan belum dapat diinterogasi. Diperkirakan dapat dilepas 2~3 hari kedepan, baru dapat berbicara dan diinterogasi.
Kereta api nomor 1258, meledak pada tanggal 7 Juli sekitar pukul 10 malam saat berhenti di stasiun Songshan yang menyebabkan 25 orang luka-luka. Tim investigasi pada kesempatan pertama mencari barang-barang yang diduga pemicu ledakan dan tas kain. Kemudian melalui kamera bus dan kereta api, didukung sidik jari dan DNA, dipastikan sesuai dengan Lin Ying-chang dan mengumumkan bahwa dia adalah pelaku utama peledakan. Namun dikarenakan Lin Ying-chang menderita luka berat dan tidak mampu berkomunikasi, pihak Kepolisian tidak dapat membuat berita acara pemeriksaan (BAP), hanya dapat menunggu hingga Lin Ying-chang sadar, baru dapat mempelajari lebih detail motiv kejadian sebenarnya.
Wakil Kepala Rumah Sakit Universitas Taipei, Huang Tsung-jen (黃聰仁) saat konferensi pers pagi ini mengatakan, setelah upaya penyelamatan 1 hari, Lin Ying-chang telah sadar, saat ini oksigen dan organ vital dalam keadaan stabil. Kemarin juga telah dilakukan operasi oleh dokter bedah untuk mengambil pecahan besi di paha kanan dan infus untuk makanan. Namun dikarenakan luka pada bagian paru-paru, saat ini masih dipasang alat bantu pernapasan dan masih dalam keadaan kritis. Diperkirakan 2~3 hari kedepan dapat dilepas dan dapat dilakukan interogasi.