History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Diperlukan teknologi lebih canggih atasi gelombang mudik

  • 08 July, 2016
  • Editor
Diperlukan teknologi lebih canggih atasi gelombang mudik

(RTI/ANTARA) - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menyatakan, perlu penerapan teknologi lebih canggih untuk mengantisipasi dan mengatasi gelombang mudik Lebaran agar persoalan yang ada saat ini tidak terulang di masa mendatang.

Persoalan yang sama selalu terjadi saban tahun berpangkal pada gelombang dan jumlah kendaraan yang bertubi-tubi membanjiri jalan-jalan tol dan alternatif dari kota besar ke kota kecil dan desa-desa. Terkhusus di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang memiliki penduduk terbanyak di Indonesia.

Walau pemerintah terus menambah panjang dan lebar serta jaringan jalan tol, namun selalu tidak bisa sebanding dengan gelombang mudik. Kemacetan parah dianggap sebagian kalangan sebagai "konsekuensi wajar" dari jumlah kendaraan yang jauh di atas normal melaju di jalan-jalan.

Mudik Lebaran kali ini ditambah dengan berita kematian belasan pemudik di tol, yang dibantah dan dinyatakan pemerintah bahwa penyebabnya bukanlah kemacetan parah hingga belasan jam di jalan tol itu.

Hamzah mengatakan, pemerintah bisa melacak dengan teknologi dan menghitung semuanya yang ada sehingga tidak berkumpul di satu titik pada saat yang sama. "Ini bisa diantisipasi dari awal. Harusnya bisa diprediksi, ada ilmunya, berapa mobil yang akan mudik setahun sampai lima tahun ke depan," katanya.

Pemerintah perlu mengkalkulasi jumlah kendaraan dan jumlah ruang jalan dengan variabel-variabel lain sehingga ada solusi. Dia mengakui pernyataannya keras namun untuk kebaikan semua. Hamzah mengemukakan, persoalan kemacetan pada arus mudik tahun ini harus membuka mata hati pihak terkait.

Satu foto di media sosial menyajikan pemandangan toilet-toilet darurat dari plastik biru dengan rangka bambu didirikan di dekat pagar batas pengaman jalan tol untuk menampung keperluan buang hajat pemudik yang terjebak kemacetan parah sampai belasan jam di jalan tol.

Tol seharusnya jalan bebas hambatan dan semestinya pengelolanya tahu volume yang masuk dan tahu bahwa akan terjadi hambatan.

Dia mengemukakan, fenomena kemacetan setiap tahun adalah sesuatu yang berulang dan sebetulnya pasti bisa di atasi serta diantisipasi.

Untuk menghindari antrean di pintu tol, perlu menerapkan cara pembayaran yang lebih beragam, kalau perlu pakai teknologi sensor elektronik seperti ERP yang diterapkan untuk jalan berbayar.

Selain itu, perlu memberi kemudahan kepada warga untuk membayar tol dengan berbagai cara. Misalnya, ATM, kartu kredit, e-tol, e-money, Kantor Pos, minimarket dan sebagainya. Yang tak kalah pentingnya pengelola jalan tol harus taktis dengan tidak membiarkan semakin banyak kendaraan yang masuk tol agar tidak terjadi kemacetan di pintu tol. Artinya, jika terjadi antrean panjang di pintu tol, maka untuk sementara pintu msuk tol ditutup dan dibuka lagi ketika antrean tidak terlalu panjang di pintu tol.

Komentar

Terbarumore