(RTI/ANTARA) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai masyarakat berperan besar dalam mencegah terorisme, radikalisme, maupun gerakan kekerasan lainnya sebagai wujud membantu pemerintah memberantasnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin kejadian terorisme di Solo merembet ke Surabaya sehingga tidak perlu menunggu kejadian untuk bekerja sama, bersinergi, dan bahu-membahu mencegahnya.
Pada sebuah kesempatan sebelumnya, wali kota dua periode tersebut juga mengaku tidak ingin wilayahnya dimasuki teroris dan meminta perangkat kampung, terutama ketua RT lebih pedulu terhadap warganya. "Ketua RT harus berperan lebih aktif, khususnya kepada warga pendatang. Ada tamu, lapor dan tetangga yang tidak aktif sosialisasi harus didatangi, termasuk mengecek kartu keluarga," katanya.
Penangkapan terduga terorisme di Surabaya awal Juni lalu, kata dia, membuatnya terkejut karena di wilayahnya ada ancaman bom.
Selain itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak pernah lelah berhenti berdoa agar "Kota Pahlawan" tetap aman, kondusif, dan tidak terganggu ancaman apa pun.