(Taiwan, ROC) - Deputi Direktur Jenderal Keimigrasian (NIA), Chang Qi (張琪) hari Rabu (6/7) menyampaikan, Direktorat Jenderal Keimigrasian telah memasang 2 pintu imigrasi “Jalur pemeriksaan cepat” bagi orang asing yang keluar dan masuk di bandara Kaohsiung, dan pada bulan Juli ini mulai dilakukan percobaan, saat ini sudah hampir 1.000 orang wisatawan asing yang menggunakannya dan diperkirakan pada akhir tahun 2018 akan diberlakukan di seluruhTaiwan.
Berdasarkan data dari Biro Pariwisata, Kementerian Transportasi, selama 5 tahun terakhir ini jumlah wisman yang datang ke Taiwan terus bertambah dan berkembang, dimana tahun 2011 ada 6,08 juta wisatawan, sampai pada tahun 2015 naik menjadi 10,43 juta wisatawan asing, tingkat kenaikan rata-rata per-tahunnya mencapai 14%.
Deputi Dirjen NIA, Chan Qi, tanggal 6 Juli mengemukakan, Dirjen Keimigrasian sejak 1 Januari 2012 secara resmi memberlakukan E-Gate, saat ini rata-rata pengguna mencapai 30 ribu orang/hari, warga Taiwan hanya dengan waktu beberapa detik saja sudah dapat melewati pintu imigrasi. Saat ini Dirjen Keimigrasian melakukan perluasan dengan memasang pelayanan imigrasi keluar bagi warga asing, dan telah memberlakukan 2 pintu sebagai “jalur pemeriksaan cepat” bagi warga asing yang keluar dari Taiwan, bahkan sudah mulai dilakukan percobaan pada bulan Juni ini.
Warga asing yang berusia diatas 14 tahun, dan pada saat masuk ke Taiwan telah melakukan sidik jari biometrik, bukan penduduk tetap Taiwan, Daratan Tiongkok atau Hongkong dan Macau, saat ingin keluar dari Taiwan, tanpa harus mendaftar lagi sudah dapat menggunakan jalur ini dengan hanya menekan sidik jari saja, apabila tidak termasuk dalam daftar overstay atau situasi lainnya, hanya dengan waktu singkat 7-10 detik sudah dapat menyelesaikan proses pemeriksaan imigrasi. Chang Qi mengatakan, “Kami sejak bulan Juni tahun ini telah menjalankan percobaan sistem ini di Kaohsiung, kami telah menyediakan 2 pintu jalur cepat pemeriksaan bagi warga asing, saat ini untuk Kaohsiung telah diselesaikan.”
Dirjen Keimigrasian menjelaskan, pintu E-Gate sejak 1 Juli mulai dioperasikan, hingga tanggal 4 Juli kemarin sudah ada 969 warga asing yang mencobanya, di masa mendatang Dirjen Keimigrasian akan mengevaluasi percobaan ini, dan secara bertahap diberlakukan pada bandara-bandara atau pelabuhan utama di seluruh Taiwan, diperkirakan pada akhir 2018 sudah dapat diberlakukan secara menyeluruh di Taiwan.
Chang Qi mengatakan, sejak bulan Agustus tahun lalu, bandara dan pelabuhan utama di seluruh Taiwan telah mulai dipasang sistem ini, hinggak akhir bulan Juni kemarin telah memproses 13,91 juta data. Dengan mengintegrasikan data pribadi sebelum keberangkatan, sistem biometrik dan keimigrasian, maka selain mempercepat proses keimigrasian juga dapat meningkatkan kerja pemantauan perbatasan.