(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) berjanji akan dengan tegas mempromosikan reformasi militer, mengingat bahwa serangkaian insiden yang melibatkan militer belakangan ini telah menonjolkan kebutuhan bagi kebudayaan militer Taiwan untuk direformasi dan diintegrasi lebih erat dengan masyarakat.
Ketika menyampaikan kata sambutan dalam upacara wisuda gabungan lima sekolah militer di Akademi Militer Republik Tiongkok di Kaohsiung, Senin, 4 Juli, Tsai mengemukakan, reformasi akan dilaksanakan dari sejumlah arah, antara lain merevisi skala ukuran pasukan, menetapkan jumlah senapan dan perlengkapan militer yang dibutuhkan, mengoreksi situasi terlepasnya pembangunan pertahanan nasional dengan perkembangan ekonomi, dan mempromosikan integrasi lebih erat antara personel militer dan masyarakat umum.
Presiden Tsai mengatakan, “Saya akan berusaha sepenuhnya mengatasi kendala-kendala yang dihadapi pihak militer, agar pasukan kita tidak hanya perwira menonjol, juga manajer dan insinyur profesional. Kami akan berusaha agar investasi pertahanan nasional bisa berkembang menjadi tenaga pendorong pembaruan industri. Pada saat pertahanan nasional dan perindustrian terinetgrasi, ketika kalian kembali ke masyarakat, baru bisa menggunakan ketrampilan masing-masing untuk menyumbang bagi perkembangan industri.”
Kepala negara juga mengajukan keprihatinan terhadap serangkaian insiden melibatkan personel militer yang terjadi belakangan ini, termasuk diedarkannya sebuah video di internet oleh sekelompok tentara, memfilem mereka menyiksa seekor anjing sampai mati, dan secara tak disengaja ditembakkannya sebuah peluru kendali di Selat Taiwan dari sebuah kapal korvet Angkatan Laut Jumat lalu, mengakibatkan tewasnya seorang kapten kapal nelayan.
Serangkaian insiden tersebut, lanjut Tsai, telah dengan serius mempengaruhi citra militer, maka ada perlunya bagi reformasi untuk dilaksanakan agar martabat militer bisa diraih kembali.