(Taiwan, ROC) Disebabkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) Taiwan 2016 mungkin tidak akan melampaui 1%, indeks manajer pembelian (purchasing managers index, PMI) untuk bulan Juni mencatat penurunan, namun indikator untuk kondisi ekonomi keseluruhan bagi sektor manufaktur tetap menunjukkan ekspansi.
Statistik terbaru dari Institut Riset Ekonomi Chung-Hua (CIER) yang dirilis Senin, 4 Juli, menunjukkan, PMI Juni turun 1,6 poin banding sebulan sebelumnya, mencatat 53,3 point. Meski demikian, indeks tersebut tetap menunjukkan ekspansi bagi industri manufaktur.
Untuk diketahui, PMI diatas 50 poin dianggap sebagai perkembangan dalam kegiatan manufaktur, sementara indeks dibawah 50 poin dianggap sebagai penyusutan.
Secara terperinci, sejumlah faktor yang masih menunjukkan ekspansi PMI adalah sub-indeks untuk pesanan baru dan produksi, sub-indeks kondisi lapangan kerja, sub-indeks pengiriman pensuplai dan sub-indeks inventories.
Presiden CIER Wu Chung-shu (吳中書) menganalisis, hasil survei bulanan PMI untuk bulan Juni menunjukkan sektor manufaktur berpendapat cukup optimis terhadap prospek ekonomi dalam waktu dekat, dan merasa ekonomi Taiwan akan memasuki tahap pertumbuhan lambat dalam enam bulan mendatang.