(Taiwan, ROC) Yuan Eksekutif hari Kamis, 30 Juni, meluluskan rancangan amandemen undang-undang prinsip tenaga kerja, mencabut tujuh hari libur nasional dan mengadopsi prinsip “sehari libur, sehari istirahat” bagi sistem liburan dua hari per minggu.
Menurut hasil amandemen, setiap pegawai memiliki hak untuk menikmati liburan dua hari setiap tujuh hari, tapi kalau harus bekerja ekstra di hari libur, cara perhitungan gaji tambahan juga telah diperbaru.
Juru bicara Yuan Eksekutif Tung Chen-yuan (童振源) mengatakan, “Versi terakhir ini adalah hasil negosiasi antara lembaga pemerintah termasuk Kementrian Tenaga Kerja, Yuan Eksekutif dan fraksi legislatif Partai Progresif Demokratik. Meski pun banyak kesulitan ditemukan dalam prosesnya, ini adalah versi yang bisa dilaksanakan, dan bisa mencegah dampak sosial skala kecil. Kami sadar bahwa masih banyak suara berlainan dari berbabai kalangan yang harus diatasi melalui komunikasi.”
Untuk diketahui, ketujuh hari libur nasional yang direncanakan dicabut adalah hari kedua peringatan pembangunan negara 2 Januari, hari pemuda atau hari peringatan pehlawan 29 Maret, hari guru atau peringatan hari ulang tahun Confusius 28 September, hari restorasi Taiwan 25 Oktober, peringatan hari ulang tahun mendiang Presiden Chiang Kai Shek 31 Oktober, peringatan hari ulang tahun mendiang bapa negara Dr. Sun Yat Sen 12 November, dan hari peringatan konstitusional 25 Desember.
Setelah diluluskan Yuan Eksekutif, rancangan amandemen undang-undang prinsip tenaga kerja akan segera diajukan untuk diratifikasi di Yuan Legislatif. Andaikata segalanya berjalan lancar, peraturan baru akan mulai berlakukan 1 Agustus.