History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kemenlu : negara jalinan diplomasi beranggapan China adalah R. O.C

  • 29 June, 2016
  • Editor
Kemenlu : negara jalinan diplomasi beranggapan China adalah R. O.C
Wamenlu, Leo Lee Chen-jan (李澄然 )

(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen baru saja mengunjungi Panama, oleh Presiden Panama, Juan Carlos Varela dalam facebooknya menuliskan kata “China” untuk menyebutkan nama Taiwan, hal ini mendapat sorotan dari anggota kaukus partai berkuasa dan opoisi.

Wamenlu, Leo Lee Chen-jan (李澄然 ) pada hari ini (29/6) menerima interpelasi dari anggota kaukus partai DPP Tsai Shih-Ying (蔡適應). Ia merespon, setelah diketahui oleh Kemenlu, petugas kantor perwakilan setempat segera menghubungi pihak Panama dan meminta untuk segera mengoreksi, pihak Panama juga tidak bersikap enggan dan penjelasan mereka adalah “China” yang dimaksud mewakili “Republic of China”.

  

Anggota kaukus KMT, Jiang Qi-chen(江啟臣) melontarkan pertanyaan kepada Kemenlu, di masa lalu apakah ada kejadian seperti demikian?  Wamenlu Leo Lee menjawab : Di masa lalu juga pernah terjadi hal serupa akan tetapi jarang terjadi. Di masa lalu saat Presiden melakukan kunjungan kenegaraan, juga pernah terjadi.

  

Anggota kaukus partai DPP, Luo Chih-cheng(羅致政) melanjutkan dengan pertanyaan, Presiden Tsai Ing-wen telah mengumumkan bahwa Republik Tiongkok adalah Taiwan, Taiwan adalah Republik Tiongkok, maka bila Taiwan menyebut dirinya sebagai negara tidak menjadi permasalahan, akan tetapi diplomasi Taiwan untuk sebutan nama masih tetap memiliki 3 kondisi buruk.

  

Luo Chih-cheng mengatakan : Pihak luar menyebut kita Taiwan, akan tetapi di saat kita menyebut diri kita sebagai Taiwan, maka dapat dicap sebagai Taiwan berdaulat dan lain sebagainya, ini merupakan kondisi buruk pertama, kedua adalah kita tidak dapat leluasa menggunakan kata Republik Tiongkok, terutama untuk negara yang tidak menjalin hubungan diplomatik, akan tetapi juga tidak mengijinkan tiada penggunaan Republik Tiongkok, sehingga perlu mengganti sebutan nama negara, kondisi buruk ke-3 adalah pihak luar dapat semena-mena mengganti sebutan nama negara kita, seperti Chinese Taipei atau juga ada sebutan TPKM, hal ini memperlihatkan kondisi diplomasi Taiwan sangat buruk dan memprihatinkan.

  

Luo mengimbau, politik dalam negeri semestinya cukup berhenti sampai di tepi laut pantai, sehingga Taiwan tidak perlu memperbesar masalah terkait, dikarenakan Republik Tiongkok adalah Taiwan, Taiwan adalah Republik Tiongkok. Terhadap pandangan dari Luo, wamenlu Leo menjawab “iya” dan menganggukkan kepalanya. 

Komentar

Terbarumore