(Taiwan, ROC) Komisi Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif hari Senin, 27 Juni, mengundang Kementrian Luar Negeri dan lembaga pemerintah bersangkutan untuk menyampaikan laporan perihal pelepasan Inggris dari Euro dan dampaknya terhadap Taiwan.
Melalui laporannya, Kepala Sekretaris Kementrian Luar Negeri Paul Chang Wen-liang (章文樑) menegaskan, berdasarkan Traktat Lisbon yang disepakati Euro, Inggris sekarang harus melepaskan diri dalam kurun waktu dua tahun.
Andaikata tidak mampu menyelesaikan prosedur tersebut, Inggris diharuskan meraih persetujuan dari setiap negara anggota Euro untuk memperpanjang waktu negosiasi, maka Chang memperkirakan, waktu pelepasan Inggris dari Euro mungkin berlangsung dari tujuh hingga sepuluh tahun.
Chang juga menganalisis, setelah melepaskan diri dari Euro, Inggris akan menjadi lebih independen dan mungkin akan selanjutnya mengembangkan hubungan kerja sama bilateral dengan Taiwan.
Chang Wen-liang mengatakan, “Pelepasan Inggris dari Euro tidak akan mempengaruhi perjanjian yang telah diteken atau sedang dirundingkan untuk ditandatangni dengan Taiwan. Kelak, Taiwan juga berkesempatan membicarakan dengan Inggris perihal isu-isu yang seajunya berkaitan dengan Euro, misalnya perjanjian kerja sama ekonomi dan perjanjian investasi.”
Meski demikian, Chang mengingatkan, masih ada banyak faktor tak tetap dalam perkembangan hubungan antara Inggris dan Euro, maka pemerintah dan pengusaha Taiwan harus dengan teliti mengamati perkembangan dan perubahan situasi.