(Taiwan, ROC) – Kementerian Dalam Negeri (MOI) hari ini (22/6) melansir laporan Data Statistik Ibu Melahirkan Nasional, dimana usia rata-rata melahirkan anak pertama adalah 30,58 tahun. Rata-rata usia tertua berada di kota Taipei, yaitu 32,44 tahun, kemudian disusul Kota Hsinchu 31,21 tahun dan Kota New Taipei 31,12 tahun. Sedangkan usia termuda di 3 kota dan kabupaten adalah Kabupaten Nantou, Kabupaten Taitung dan Hualien.
Wakil Menteri Dalam Negeri Hua Ching-chun (花敬群) menyampaikan : menunjukan untuk wilayah Kota Taipei, rata-rata usia ibu-ibu yang melahirkan adalah 32,44 tahun, relative lebih tinggi, ini menggambarkan bahwa usia melahirkan ibu di Taipei lebih tua, sedangkan kota-kota lain antara 28~30 tahun, secara substantif ada perbedaan yang cukup besar dengan rata-rata usia melahirkan nasional, yang paling muda adalah di Kabupaten Taitung yaitu 28,59 tahun, ini boleh dikata lebih sedikit muda dibandingkan angka rata-rata.
Untuk jumlah anak yang dilahirkan pada tahun lalu adalah yang ketiga atau diatasnya ada 10,67%. Diantaranya, Taipei hanya 7,22% menjadi paling terendah dibandingkan kota dan kabupaten lain. Selain itu disusul oleh Kota Hsinchu yaitu 9,09% dan kota Tainan 9,68%. Sedangkan tingkat kelahiran anak ketiga atau diatasnya yang paling tinggi adalah Kabupaten Taitung 22,93%, Kabupaten Lienchiang 17,72% kemudian diikuti oleh Kabupaten Hualien 17,64%.
MOI menyampaikan, pada tahun 60an, diantara 3 bayi yang lahir ada 1 adalah urutan ketiga atau keatas, di tahun 80an, setiap 5 bayi hanya 1 orang; sampai tahun 90an, dari 10 bayi hanya 1orang adalah anak ketiga atau lebih. Ini menunjukan adanya perubahan struktur masyarakat, keinginan ibu untuk melahirkan 3 anak keatas merosot drastis. Oleh karena itu, pemerintah harus terus menciptakan lingkungan yang baik untuk melahirkan, mendidik dan merawat sehingga dapat menekan fenomena menurunnya tingkat kelahiran, memperbaiki struktur populasi dan mempertahankan daya saing negara.