History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Louise Arbour penerima penghargaan Tang 2016 untuk nomokrasi

  • 21 June, 2016
  • Editor
Louise Arbour penerima penghargaan Tang 2016 untuk nomokrasi
Louise Arbour

(Taiwan, ROC)-  Hari ini(21/5) digelar upacara pemberian penghargaan Tang untuk pemenang nomokrasi yang diraih oleh seorang ahli hukum berkewarganegaraan Kanada, Louise Arbour menerima kehormatan penghargaan ini. Pihak panitia mengatakan, Louise Arbour semasa jabatannya sebagai kepala jaksa memerangi kejahatan perang internasional PBB, Ia berhasil menerobos kesulitan untuk menjalankan sidang pengadilan kejahatan perang internasional yang penting. Pemberian penghargaan Tang kepada Louise Arbour menandakan pengakuan atas kontribusinya bertugas penting dalam hukum pidana internasional dan dirnya memberikan perlindungan HAM, kinerjanya mempromosikan perdamaian internasional, keadilan dan keamanan, serta kebebasan manusia yang semakin diperluas.

Louise Arbour menjabat sebagai direktur pelaksana organisasi nirlaba internasional yang misinya mencegah dan menyelesaikan konflik berbahaya melalui analisis berdasar-medan dan advokasi tingkat-tinggi (International Crisis Group, ICG), komisaris tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Mahkamah Agung Kanada dan tugas-tugas lainnya. Pada tahun 1996, ia menerima misi PBB, bertugas sebagai kepala kejaksaan sidang pidana internasional mengadili penjahat perang Yugoslavia dan pelaku kejahatan perang internasional Rwanda. Koordinator panitia pemberian anugerah Tang, Lee Yuan-tseh(李遠哲) mengatakan, “Louise Arbour peraih penghargaan Tang, sebagai pengakuan konstribusinya dalam hukum peradilan pidana internasional dan perlindungan HAM yang memberikan pengaruh mendalam juga sebagai terobosan sumbangsih; juga sebagai pengakuan dirinya dalam pengangkatan perdamaian domestik dan internasional, keadilan dan keamanan serta cara pengukuhan hukum agar manusia semakin memperluas batas-batas kebebasan, kinerja inspiratif yang luar biasa untuk ditampilkan.”

Mantan mahkamah Agung Ketua Yuan Yudisial Hsu, Yu-hsiu mengatakan, Louise Arbour menjalankan tugas kemanusiaan saat menjabat sebagai kepala jaksa pengadilan internasional kejahatan perang, suatu terobosan pengadilan internasional yang langka, memecahkan tersangka kejahatan yang sulit ditangkap, menerapkan aturan hukum di tingkat internasional. Hsu Yu-shiu mengatakan, “Ia mengumpulkan bukti-bukti nyata, dijadikan sebagai suatu kasus, berupaya menyakinkan negara anggota NATO, agar mereka juga merasa berkewajiban bekerjasama dengan dewan keamanan PBB, kemudian beberapa negara kecil terlepas dari Yugoslavia bekerjasama dengan pengadilan, secara satu per satu, pengadilan menangkap tersangka, dalam masa jabatannya jumlah penjahat yang tertangkap semakin bertambah nyata, ia menyoroti pelaku utama, diantaranya adalah Slobodan Milošević, pada masa itu Milosevic masih menjabat sebagai presiden Serbia.”

Hsu Yu-shiu mengatakan, Louise Arbour mampu mengadili kejahatan perang internasional, perang dunia ke II di Nurnberg dan Tokyo yang telah berlalu selama lebih dari 50 tahun, kembali menjamin berlakunya peradilan pidana internasional. Selain itu, perihal pencegahan konflik internasional pada masa tersebut, pasca-konflik keadilan transisi dan realisasi rekonsiliasi etnis, juga memberikan memberikan pengamatan seksama dan wawasan, serta penanganan isu-isu mendesak dapat memberikan dampak pada masa jangka panjang

Komentar

Terbarumore