(Taiwan-ROC) Mantan Presiden, Ma Ying-jeou yang sempat mengajukan permohonan ke Hongkong untuk memberikakan ceramah dan ditolak oleh kantor kepresidenan, sehingga batasan ke luar negeri bagi pejabat pensiun menjadi perhatian. Berdasarkan laporan terbaru China Time Weekly, mantan Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan, Tzeng Yong-chuan pada akhir pekan lalu ke Eropa, pengajuan ijin sudah diberikan sebelum 20 Mei, yang berarti memberi ijin pada dirinya sendiri.
Kantor kepresidenan hari Jumat (17/6) menunjukkan, berdasarkan informasi yang ada, Tzeng Yong-chuan melakukan perjalanan pada tanggal 10 – 17 Juni, tujuan utama dari perjalanan ke Eropa untuk hadir dalam seminar kebebasan masyarakat dunia, pengajuan ijin ini diberikan pada tanggal 9 Mei, berhubung pada masa itu masih merupakan masa pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou.
Berkaitan dengan masalah perijinan kepada staf terkait yang mengajukan permohonan mengikuti kegiatan setelah ia turun dari jabatan, kantor kepresidenan menyampaikan, berdasarkan peraturan yang ada saat ini, belum ada rincian terkait hal ini, tetapi pihak pemerintah beranggapan sebaiknya permohonan perijinan yang diajukan setelah turun jabatan atau berdasarkan peraturan.
Juru bicara kantor kepresidenan, Huang Zong-yen mengatakan, “Berdasarkan peraturan yang ada saat ini, apakah staf terkait dapat mengajukan permohonan ijin untuk mengikuti kegiatan setelah turun jabatan, dan instansi mana yang memberikan ijin, sebenarnya rincian untuk ini belum ada. Satu-satunya yang kami pertimbangkan untuk kasus keluar negeri ini adalah tenggang waktu peralihan antara pemerintah lama dan yang baru, untuk itu terkait dengan staf bersangkutan mengajukan ijin ikut kegiatan setelah turun jabatan, apabila memungkinkan diajukan setelah turun jabatan kepada instansi terkait, untuk kedepannya akan lebih pantas.”
Kantor kepresidenan mengemukakan, pihaknya akan memperimbangkan peraturan terkait untuk situasi seperti ini, undang-undang ini ditujukan untuk menjamin “kerahasiaan negara”.