History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MAC: Penolakan bagi Mantan Presiden Ma Ying-jeou untuk berkunjung ke Hong Kong didasarkan pada pertimbangan menyeluruh

  • 13 June, 2016
  • Editor
MAC: Penolakan bagi Mantan Presiden Ma Ying-jeou untuk berkunjung ke Hong Kong didasarkan pada pertimbangan menyeluruh
Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chang Hsiao-yueh (kanan) menghadiri persidangan interpelasi di Yuan Legislatif

(Taiwan, ROC) Keputusan Kantor Kepresidenan menolak permohonan Mantan Presiden Ma Ying-jeou untuk berkunjung ke Hong Kong untuk menyampaikan pidato didasarkan pada pertimbangan menyeluruh, karena Mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) yang baru saja meletakkan jabatan memiliki status istimewa sementara tempat yang hendak ditujui olehnya bersifat sensitif.

Demikian penjelasan dari Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Chang Hsiao-yueh (張小月) yang disampaikan ketika menghadiri persidangan interpelasi di Yuan Legislatif, Senin, 13 Juni.

Chang menerangkan, Mantan Presiden Ma Ying-jeou 20 Mei lalu baru saja meletakkan jabatan, maka statusnya masih sangat istimewa dan keamanan kunjungan luar negerinya sangat diutamakan; Sementara itu, tutur Chang, tempat yang hendak ditujui olehnya, yaitu Hong Kong, bersifat sensitif karena meski merupakan daerah istimewa, Hong Kong adalah tempat yang dikontrol Daratan Tiongkok.

Ditanya apakah Hong Kong dikategorikan sebagai daerah sensitif tinggi dan apakah MAC pernah berusaha menegosiasikan hal ini dengan pihak pemohon, Chang Hsiao-yue tidak langsung menjawab, hanya mengatakan, “Daerah tujuan hanya salah satu faktor yang dipertimbangkan. Kantor Kepresidenan mencapai keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan menyeluruh atas empat alasan.”

Menurutnya, MAC mengajukan informasi dan penjelasan hukum atas isu permohonan Ma untuk berkunjung ke Hong Kong berdasarkan Undang-undang Perlindungan Rahasia Negara.

Sementara itu, selain kantornya, Mantan Presiden Ma Ying-jeou sendiri hari Senin mengetengahkan, penolakan dari Kantor Kepresidenan bagi dirinya untuk berkunjung ke Hong Kong untuk menyampaikan pidato telah membangkitkan perdebatan sosial hangat.

Adakah keperluan bagi keputusan ini, apakah dia adil dan rasional, Ma percaya masyarakat akan menilai sendiri.

Komentar

Terbarumore