(Taiwan, ROC) – Kemarin (7/6) Perdana Menteri Republik Tiongkok Lin Chuan (林全) menyampaikan, evaluasi mengaktifkan PLTN I baru akan dilakukan setelah berbagai upaya untuk menghemat listrik dan mengembangkan energi terbarukan, aman dan mendapatkan dukungan nasional dilakukan. Insinyur dari Perusahaan Listrik Taipower Lan Hung-wei hari ini menyampaikan, Taipower dan Dewan Urusan Energi Atom (AEC) bersama-sama akan mengawasi dan memastikan keamanan PLTN I, dengan kondisi ini akan berusaha berkomunikasi dengan rakyat untuk mencapai kesepakatan.
Lan mengatakan : Harus dalam kondisi aman, kemudian berkomunikasi dengan rakyat, jadi masih sedang diusahakan.
Sebelumnya Kepala Pusat Energi Terbarukan, NTU Huang Pin-jun (黃秉鈞) yang pernah menyampaikan bila PLTN 1 tidak diaktifkan maka bulan Juli berkemungkinan akan ada pembatasan listrik. Lan Hung-wei mengaku, bahwa kondisi tahun ini lebih berat dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan prakiraan dari CWB bahwa Taifun tahun ini akan lebih sedikit dari tahun lalu, sehingga kebutuhan listrik tahun ini akan lebih tinggi. Namun ditegaskan, pembatasan listrik itu sebetulnya adalah soal probabilitas saja, karena harus melihat cuaca dan perputaran mesin untuk menentukannya.
Ia mengatakan, dalam kondisi PLTN 1 tidak dihidupkan maka Taipower akan memperketat pengawasan dan perawatan, dimana pada akhir pekan ini akan melakukan reparasi untuk mengantisipasi kebutuhan listrik pada akhir pekan, disaat yang bersamaan juga akan mendorong persaingan harga dengan harapan dapat menekan kebutuhan listrik pada musim panas.