(Taiwan-ROC) Menghadapi kemungkinan kekurangan persediaan listrik, apakah Pusat Listrik Tenaga Nuklir 1 (PLTN 1) akan dioperasikan kembali? Menteri Perekonomian, Lee Chih-kuang, hari Senin (6/6) menyampaikan. Beberapa hari lalu pemeriksaan dan perbaikan PLTN 1 telah selesai, apabila ingin dimasukkan dalam persediaan listrik masih harus menyelesaikan prosedur pelaporan ke komite pendidikan yuan legislative. Ia juga menegaskan, cuaca yang ekstrim telah berdampak pada persediaan listrik, kementerian perekonomian setelah mencoba berbagai cara dengan mempertimbangkan persediaan dan kebutuhan listrik, baru mempertimbangkan apakah akan menggunakan PLTN 1.
Menteri Perekonomian, Lee Chih-kuang tanggal 6 memberikan laporan persiapan kerja di komite ekonomi dibawah naungan Yuan Legislatif, sebelum memberikan laporan, Lee sempat ditanyakan wartawan terkait apakah PLTN 1 dioperasikan kembali? Lee Chih-kuang menegaskan kalau belum dioperasikan kembali, ia mengemukakan, perbaikan PLTN 1 sudah sejak awal diselesaikan, saat ini hanya menunggu penyelesaian prosedur laporan ke komite pendidikan yuan legislatif, apakah memungkinkan untuk dimasukkan dalam penyediaan listrik.
Namun, Lee Chih-kuang juga membeberkan, saat kementerian perekonomian mempertimbangkan kemungkinan dalam menghadapi masalah penyediaan energi, selain mempromosikan energi hijau, energi daur ulang dan penyesuaian tariff serta lainnya, juga akan mempertimbangkan pengendalian berdasarkan kebutuhan, seperti mempromosikan perlengkapan hemat energy, penawaran berdasarkan permintaan, pengunaan berbagai tariff listrik berdasarkan waktu dan lain sebagainya. Ia membeberkan, meskipun beberapa waktu ini cuaca ekstrim yang membuat termakannya persediaan listrik, kalau sampai akhirnya diperlukan, barulah memasukkan PLTN 1 sebagai penyuplai listrik.
Ia mengatakan, “Sampai terakhir mau tidak mau, apabila bila kita mendapatkan pengaruh dari cuaca yang ekstrim, demi perkembangan perekonomian kita, untuk bagian ini akan dipertimbangan dengan berdasarkan prinsip-prinsip yang ada, baru kemudian mengabungkan penyuplaian listrik.”
Karena sebelumnya Lee Chih-kuang sempat menjamin tidak akan kekurangan listrik, sekarang ini mengalami krisis listrik, sehingga menimbulkan keraguan. Lee Chih-kuang merespon, pada waktu itu berdasarkan perkiraan cuaca normal, tetapi pembangkit listrik terus memperbarui teknologi“daya kritis”, “pembangkit listrik ultra-supercritical”dan lainnya, membangun pompa bensin alam ke tiga yang semua ini membutuhkan waktu, ia berharap semua memiliki pemahaman yang kuat terhadapa kebijakan pemerintah dalam rangka menciptakn pasokan dan struktur energy. Lee Chih-kuang juga kembali menegaskan, PLTN 1 merupakan pembangkit listrik yang baru digunakan apabila pemerintah sudah tidak ada cara lain dan h mempertimbangkan juga kemungkinan terputusnya listrik