History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Bersedia Berbagi Pengalaman Demokrasi Pada Daratan Tiongkok

  • 04 June, 2016
  • Editor
Presiden : Bersedia Berbagi Pengalaman Demokrasi Pada Daratan Tiongkok
Tulisan Presiden Tsai di FB

(Taiwan-ROC) Tanggal 4 Juni 2016 merupakan peringatan “Insiden Lapangan Tianmen”yang memasuki tahun ke 27, Presiden Tsai Ing-wen hari Sabtu (4/6) pagi dalam facebooknya menyampaikan perasaan hatinya terkait dengan insiden 4 Juni, yang merupakan tulisan pertama sejak ia menjadi presiden. Presiden Tsai menyampaikan, interen politik dan masyarakat sosial Daratan Tiongkok mendapat tekanan transformasi, apabila Daratan Tiongkok dapat memberikan lebih banyak kekuasaan pada warganya, maka masyarakat dunia juga akan lebih menghormati Daratan Tiongkok. Beliau menghimbau jangan biarkan insiden 4 Juni ini sebagai suatu ganjalan antara antar selat Taiwan, Tsai juga menyatakan kesediaan Taiwan untuk berbagi pengalaman demokratisasinya pada Daratan Tiongkok, berharap pada suatu hari nanti kedua belah pihak memiliki pandangan yang sama terhadap demokrasi dan hak asasi manusia.

Dalam artikel yang ditulisnya Pemimpin negara menegaskan, banyak teman dari Daratan Tiongkok yang datang ke Taiwan terpaku melihat buku-buku mengenai Daratan Tiongkok di toko buku, karena di Daratan Tiongkok sendiri mereka tidak mungkin melihat buku-buku yang menuliskan hal-hal berkaitan dengan Daratan Tiongkok, jadi mereka ingin tahu bagaimana pandangan dunia luar terhadap Daratan Tiongkok. Dalam kampanye pemilu presiden ia juga melihat banyak teman dari Daratan Tiongkok dan Hongkong serta Macau, mereka penasaran dengan penyelenggaraan pemilu di Taiwan, kebanyakan dari mereka merasa demokrasi bukanlah hal yang mengerikan bahkan merupakan hal yang menarik.

Kepala negara mengemukakan, apabila ada kesempatan, ia ingin berbincang-bincang dengan teman-teman ini, sekarang ini keindahan demokrasi Taiwan merupakan hasil yang setelah menempuh perjalanan panjang dan melalui berbagai kesulitan. Lain negara lain budaya demokrasi, tetapi demokrasi bukanlah hal yang jatuh dari langit, demokrasi dan hak asasi manusia merupakan nilai yang didapatkan dari hasil jerih payah masyarakat bersangkutan, dua poin itu merupakan kesimpulan bersama dari negara-negara demokrasi, ia percaya Daratan Tiongkok juga termasuk didalamnya.

Pemimpin negara mengemukakan, 27 tahun lalu terjadi insiden lapangan Tiananmen, banyak warga yang kehilangan keluarganya, banyak orang yang kecewa dengan reformasi, dan tidak sedikit warga yang dipaksa untuk meninggalkan kampung halamannya, terasingkan, pengalaman ini juga pernah dialami Taiwan, 27 tahun lalu setiap kali melihat cuplikan kejadian tersebut di televise, hati warga Taiwan teriris, dan mengerti dan menghargai keinginan dan harapan para mahasiswa untuk mendapatkan kebebasan dan demokrasi.

Presiden membeberkan, bukannya ia ingin menjelek-jelekan sistem pemerintahan Daratan Tiongkok, melainkan dengan tulus hati ingin berbagi pengalaman demokrasi Taiwan. ia menekankan, sekarang ini pertumbuhan ekonomi Daratan Tiongkok luar biasa, masyarakatnya juga mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, namun politik dan sosial masyarakat Daratan Tiongkok mendapat tekanan transformasi, apabila pemerintah Daratan Tiongkok bisa memberikan kekuasaan yang lebih besar pada masyarakatnya, tentu warga dunia akan lebih menghormatinya.

Pemimpin negara menyampaikan, ini merupakan waktu melihat masa lalu, tetapi juga waktu untuk melihat masa depan. perubahan Daratan Tiongkok yang terjadi merupakan uji kebijaksanaan bagi pemerintah yang berkuasa.

Kepala negara juga menghimbau jangan biarkan insiden 4 Juni sebagai ganjalan, ia menekankan, rasa sakit yang dialami warga Daratan Tiongkok di masa lalu hanya dapat diselesaikan dengan kemampuan dari pemerintah berkuasa, tugasnya adalah mempertahankan demokrasi dan kebebasan warga Taiwan, pembangunan perdamaian yang konsisten dan stabil, berharap suatu hari nanti dapat menyelaraskanpandangan demokrasi dan HAM.

Komentar

Terbarumore