(Taiwan-ROC) Hari Festival Perahu Naga (Dragon Boat Festival) segera datang, dimana makan bakcang merupakan salah satu tradisi dalam perayaan festival perahu naga, namun tidak sedikit imigran baru adalah umat muslim yang tidak menyantap daging babi, untuk itu pada hari Sabtu (4/6) Ketua Divisi Imigran Baru, dibawah Kementerian Dalam Negeri, He Rung-chun menyelenggarakan kegiatan bungkus bakcang dan agar imigran baru muslim dapat membaur dalam budaya tradisi, maka disediakan pula bakcang vegetarian, dari sini para imigran baru bisa belajar membungkus bakcang “bao”“cung”yang bermakna“lulus”.
Biro Imigrasi tanggal 4 Juni di Kantor Imigran Baru Taipei yang terletak di Wan Hua distrik, mengelar kegiatan dalam rangka menyambut festival perahu naga, selain menampilkan tarian dari rombongan imigran baru, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan mengajarkan para imigran baru membungkus bakcang, agar mereka bisa merasakan dan berbaur dalam tradisi kebudayaan di Taiwan, bahkan etua Divisi Imigran Baru, dibawah Kementerian Dalam Negeri, He Rung-chun turun tangan mengajarkan bagaimana membungkus bakcang.
Salah seorang imigran baru asal Thailand, Lee Kui-fen, yang sejak kecil beragama Islam, tidak makan babi, tetapi guna merasakan suasana festival perahu naga Taiwan, ia bersama dengan ibu dan kakaknya secara khusus membuat bakcang dengan bahan halal, terciptalah bakcang “muslim” untuk dibagikan. Lee Kui-fen mengatakan, “Bakcang kami terbuat dari ketan yang diberikan kunyit, jadi ketan kunyit, dengan isi kacang can campuran rasa kari. Kami juga mengunakan daun untuk membungkusnya, daun pembungkus yang kami pakai adalah daun pisang yang biasa digunakan di Thailan, sehingga lebih terasa citra rasa muslim dalam tradisi festival perahu naga.”