(Taiwan, ROC) – Pada tahun 2013, Taiwan untuk pertama kalinya menghadiri sidang Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO, yang telah diluncurkan selama 42 tahun. Taiwan hadir dengan status tamu undangan khusus. Rapat forum ICAO sendiri digelar setiap 3 tahun sekali, dan untuk tahun ini akan dilangsungkan di bulan September di Kanada. Menteri Luar Negeri David Lee Ta-wei pada hari Kamis tanggal 2 Juni dalam sidang interpelasi Yuan Legislatif menyampaikan, Kementerian Luar Negeri pasti akan terus mengupayakan untuk dapat ikut serta berpartisipasi, akan tetapi pada tahun ini menghadapi suatu tantangan yang sangat besar.
David Lee Ta-wei mengatakan, “ICAO memiliki satu unsur yang sangat khusus, yakni ketua pelaksananya adalah seorang warga Daratan Tiongkok, maka dapat dikatakan, tugas pekerjaan kami di tahun ini sangat berat.”
Anggota kaukus Wang Ding-yu saat sidang interpelasi mengatakan, wakil menlu saat ini mengusulkan satu opini yang dapat dipertimbangkan, yakni menjadikan 「中華民國」“Republik Tiongkok” dirubah dengan tampilan ejaan menjadi “Chung Hua Min Kuo” atau “Jon Hwa Min Kwo”, Wang Ding-yu menyarankan paspor atau partisipasi dalam organisasi internasional dapat mengadopsi cara yang serupa. Untuk hal ini David Lee merespon dan menyampaikan, dalam partisipasi organisasi internasional, tidak berarti semua hal dapat disesuaikan dengan keinginan Taiwan.
Wang Ding-yu mengatakan, ejaan nama dalam bahasa Inggris tidak akan menurunkan derajat kedaulatan, sekaligus berfungsi untuk menghindari ketidakpahaman negara lainnya dalam membedakan antara ROC dengan PRC (People's Republic of China). Untuk itu Wang meminta agar Menlu David Lee dapat mempertimbangkan hal demikian. Namun Menlu David Lee hanya tersenyum dan tidak memberikan respon.
Sehubungan dengan hal ini, anggota kaukus partai KMT secara mendadak juga mengusulkan, permintaan kepada Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan atau MOHW, agar isi surat protes asli yang diberikan kepada WHO pada tahun ini dilaporkan kepada komite luar negeri dalam kurun waktu satu minggu. Namun saat voting, usulan tersebut mendapat banyak suara penolakan dari anggota kaukus partai DPP.