History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lin Por-fong: Tidak Layak Merendahkan Fungsi PLTN

  • 01 June, 2016
  • Editor
Lin Por-fong: Tidak Layak Merendahkan Fungsi PLTN
Kepala Asosiasi Perindustrian Lin Por-fong

        (Taiwan, ROC) – Dalam menghadapi kekuarangan energi listrik dewasa ini, Kepala Asosiasi Perindustrian Lin Por-fong pada hari Rabu tanggal 1 Juni menyampaikan bahwa energi listrik ramah lingkungan yang diupayakan sekarang  hanya mampu mencukupi kebutuhan listrik saat ini, sehingga tidak layak bagi semua pihak untuk merendahkan atau mengesampingkan pentingnya pemenuhan kebutuhan energi listrik dengan pengadaan sumber tenaga nuklir. Berkenaan dengan masalah upah pekerja, Lin menjelaskan bahwa adanya kebutuhan akan pekerja yang memiliki kualitas tinggi seperti halnya pekerja Taiwan, sudah layak dan sewajarnya jika mendapatkan upah yang lebih tinggi dibandingkan yang lain. Lin juga mengharapkan adanya perbedaan antara upah pekerja Taiwan dengan buruh asing lainnya.

        Pihak Perusahaan Listrik Negara memprediksi bahwa sejak tanggal 1 Juni maka kebutuhan energi listrik akan mengalami peningkatan. Sementara jumlah energi listrik yang kini masih tersimpan sebagai cadangan hanya berjumlah 16.000 KW. Dalam menghadapi kekurangan energi listrik di masa yang akan datang, maka Lin Por-feng saat menerima wawancara dari pihak media menjelaskan bahwa kondisi saat ini masih belum dapat dikategorikan kekurangan sumber listrik, namun juga tidak berkemungkinan untuk mengusung pembatasan penggunaan listrik. Oleh sebab itu, jika pengadaan sumber listrik melalui cara ramah lingkungan yang ada saat ini masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan oleh pasar, maka tidak layak bagi kita untuk meniadakan pengadaan listrik tenaga nuklir. Sekalipun pemerintah lebih bercondong kepada sistim non nuklir dan ramah lingkungan, namun hal tersebut belum tentu dapat segera tercapai dalam waktu singkat.

        Lin Por-feng mengatakan : Sehubungan dengan peniadaan PLTN di tahun 2018, maka sebaiknya membahas mengenai masalah bagaimana cara mengatasi kekurangan yang dibutuhkan. Memikirkan langkah dan cara yang harus diambil berkenaan dengan kebutuhan listrik ini.

        Lin Por-feng juga mengharapkan bahwa pemerintah dapat kembali menganalisa dan menyelidiki program kebutuhan sumber energi yang ada, jika kelak di kemudian hari harus dilakukan pembatasan penggunaan listrik, selain harus dapat menghindari pengaruh terhadap efektifitas produk industri, maka harus turut memperhatikan masalah polusi udara yang berkemungkinan ditimbulkan karena penyediaan sumber energi dari pihak swasta sendiri.

Komentar

Terbarumore