Jakarta (RTI/ANTARA) – TNI AL mulai lebih menggeliat dan meningkatkan kuantitas pun kualitas penjagaannya. Kali ini KRI Multatuli-561 yang dikomandani Kolonel Pelaut Agus Prabowo mengejar dan menangkap dua kapal ikan asing asal Vietnam dan Filipina.
Kepala Dinas Penerangan Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, Letnan Kolonel Khusus Maman Sulaeman, dalam keterangan tertulisnya, diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan, pengejaran dan penangkapan dua kapal asing itu di utara Pulau Fani.
Ini adalah tangkapan kedua dengan cara mengejar dan melepaskan tembakan melumpuhkan kepada kapal ikan ilegal asing yang masuk perairan Indonesia, dalam waktu empat hari terakhir.
Pulau Fani adalah pulau paling utara dari gugus kepulauan batas terluar Indonesia di Kepala Burung Pulau Papua, yang berbatasan dengan negara Palau.
Kejar-kejaran selama 13 jam terjadi sejak 20.30 WIB Senin (30/5) hingga 09.30 WIB Selasa ini, sebelum mereka akhirnya menyerah.
Penangkapan dua kapal ikan asing ilegal itu terjadi setelah KRI Multatuli-561 mendeteksi kontak tak berlampu pada jarak enam mil di perairan Samudera Hindia pada posisi 02.22.00 Lintang Utara-131.06.00 Bujur Timur.
KRI Multatuli-561 lalu mengeluarkan tembakan peringatan ke udara namun kapal-kapal ikan ilegal itu tetap menghindar dan tidak kooperatif, begitupun saat tembakan peringatan kedua diluncurkan ke depan haluan mereka.
TNI AL merupakan organ TNI yang memiliki peran menegakkan kedaulatan negara di perairan nasional secara militer, penegakan aturan hukum nasional di laut, dan sekaligus pada tugas diplomatik militer.
Komandan KRI Multatuli-561 lalu memerintahkan anak buahnya menurunkan sekoci dan menggeledah kapal. Semuanya dilengkapi senapan serbu AK-47 dan senapan mesin kaliber 20 milimeter BAG.