Presiden Ma Ying-jeou kembali menegaskan kepentingan Perjanjian Perdagangan Jasa antar Selat Taiwan bagi perkembangan Taiwan di masa depan, dan berharap partai berkuasa dan oposisi bisa melancarkan negosiasi dan menemukan kesepakatan atas kebijaksanaan penting ekonomi, setelah partai oposisi Partai Progresif Demokratik (DPP) menyelesaikan pemilihan ketua baru.
Ketika menemui Panitia Direktur priode ke 9 Perserikatan Perdagangan Nasional ROC di kantor kepresidenan hari Senin, Presiden Ma mengemukakan, ditengah-tengah kompetisi antar negara yang sengit, pengurangan dan pembebasan pajak adalah faktor yang tidak boleh diabaikan, maka Taiwan harus dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai upaya integrasi eknomi regional, dan salah satu upaya ini adalah Perjanjian Perdagangan Jasa.
Perihal terhambatnya peratifikasian Perjanjian Perdagangan Jasa di Yuan Legislatif, Ma berharap dengan terpilihnya ketua baru DPP, partai berkuasa dan oposisi bisa menemukan kesepakatan melalui negosiasi yang rasional.
Presiden Ma mengatakan, “DPP kemarin sudah memilih ketua baru. Dengan itu, kami harap partai berkuasa dan oposisi bisa melancarkan negosiasi dan menemukan kesepakatan atas kebijaksanaan-kebijaksanaan penting ekonomi yang berhubungan erat dengan masa depan Taiwan. Harus diketahui, Perjanjian Perdagangan Jasa bukan milik partai berkuasa Kuomintang, melainkan perjanjian milik Taiwan.”
Letak geografis Taiwan dan Daratan Tiongkok sangat berdekatan, maka tak perduli suka atau tidak, perkembangan hubungan dengan Daratan Tiongkok tidak boleh diabaikan, tegas Ma.